0

Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya
meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan
menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.Kemudian Rosulullah berkata,"tidakkah almarhum mengucapkan
wasiat sebelum wafatnya?" Istrinya menjawab, saya mendengar dia
mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal"

"Apa yang di katakannya?"

"saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut.
Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong."

"Bagaimana bunyinya?" desak Rosulullah.

Istri yang setia itu menjawab,"suami saya mengatakan "Andaikata lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru....andaikata semuanya...."hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah
perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?"

Rosulullah tersenyum."sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,"ujarnya.

Kisahnya begini (Andai kata lebih panjang lagi). pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum’at.
Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu
yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan
nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata "andaikan lebih panjang lagi".Maksudnya, andaikata jalan ke
masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.

Ucapan lainnya ya Rosulullah?"tanya sang istri mulai tertarik.

Nabi menjawab,"adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia
melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi
jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya.Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, "Coba andaikan yang masih yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi".Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?" tanya
sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,"ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan
meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang
telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya,tiba-tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu
lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia
menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ’ kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu
tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda. Memang begitulah
keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga akan menimpa kita sendiri.Karena itu
Allah mengingatkan: "kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah
berbuat buruk atas dirimu pula."(surat Al Isra’:7)




Dikirim pada 23 Juli 2009 di Kumpulan Nasehat


Kalau kita mengajukan satu pertanyaan kepada setiap wanita yang kita jumpai : “apa impianmu yang paling utama dalam hidup ini?” dia pasti akan menjawab : “Menikah!” Lalu kalau kita menanyai pertanyaan lain :”Apa yang kamu inginkan dari menikah?” tentu dia akan menjawab :”Suami yang membuatku bahagia dan keluarga yang selalu aku sirami dengan air suci cinta dan kasih sayang”.
Inilah keinginan terbesar yang diimpikan setiap wanita. Lalu bagaimana cara mewujudkan impian tersebut? Bagaimana cara membangun keluaraga harmonis yang penuh cinta dan kasih sayang? Kalau kita mencari-cari cara terbaik untuk membangun keluarga idaman, pasti tidak akan menemukannya, kecuali dalam Islam. Mengapa hanya dalam Islam dan tidak yang lain?
Itu karena Islam telah meletakkan wanita pada posisi yang terhormat, posisi yang penuh dengan penjagaan dan pemeliharaan terhadap hak-haknya, posisi yang penuh dengan pengagungan dan penghormatan akan jati dirinya. Kehidupan rumah tangga dalam Islam adalah sesuatu yang suci, sesuci ritual ibadah kepada Allah. Mahligai rumah tangga laksna mihrab yang diterangi pelita kesucian yang tidak boleh dikotori dengan benda-benda najis.
Pasangan suami istri dalam kaca mata Islam tidak berjumpa dalam mahligai rumah tangga secara serampangan, tidak juga karena suatu kebetulan. Masing-masing tidak pernah menyerahkan dirinya kepada yang lain, tetapi keduanya bersua di atas meja cinta dan keserasian. Hati keduanya saling memahami sebelum lisan berbicara. Itulah asas rumah tangga dalam Islam, CINTA dan KASIH SAYANG. Islam memberikan kebebasan kepada wanita untuk menentukan pasangan hidupnya, yaitu kebebasan yang sama besarnya dengan kebebasan yang diberikan kepada laki-laki dalam menentukan teman hidupnya. Orang tua tidak berhak memaksa anak gadisnya untuk menikah dengan pemuda yang tidak dicintainya, karena pemaksaan hanya akan berakibat penyesalan yang tiada berujung.
Laki-laki juga demikian. Tidak mungkin menikah dengan seorang gadis hanya untuk menyenangkan ibunya atau ayahnya. Dia akan menikahi gadis yang menurutnya bisa menjadi naungan seperti sebuah pohon rindang, yang bisa menghilangkan rasa letih dalam mengarungi perjalanan hidup yang panjang dan melelahkan, dan yang bisa menghilangkan haus dan lapar dengan buahnya yang ranum dan segar.
Islam telah memerintahkan suami untuk menjaga istrinya dengan baik, menyayanginya sepenuh hati seperti sinar rembulan yang menerangi pejalan kaki di tengah malam yang gelap gulita. Cinta yang tulus dari seorang suami akan membuat si istri tabah dan kuat dalam mengarungi kehidupan yang kerap diterjang badai dan ombak. Suami harus membantu istrinya dalam mengurus rumah tangganya, menyuapinya makanan dengan penuh kasih sayang, menghiburnya kala cobaan datang mengeruhkan beningnya kehidupan, memupuk cinta yang ada di hatinya, menjaga lisannya agar tetap berkata lemah lembut penuh kemesraan, pujian, dan sanjungan terhadap istrinya, memuji kecantikannya ketika memakai baju baru, atau menyisir rambutnya yang panajang tergerai. Suami juga harus membisikkan kata-kata cinta penuh kemesraan di telinganya ketika mencium harumnya wewangian yang dipakainya, memuji kepandainnya dalam menghidangkan masakan yang lezat, mengatur perabotan rumah tangga dan menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya.
Suami juga harus pandai berterimakasih atas kemampuan istrinya dalam mengatur perekonomian keluarga, memuji kepandainya dalam menyesuaikan pengeluaran dan pemasukan, memahami kekurangan yang dimiliki istrinya. Jika ada kekeliruan Ia tidak menegurnya dengan kata-kata kasar penuh cacian dan penghinaan, tetapi dengan kata-kata lembut yang menyentuh perasaanya. Suami harus senantiasa menampakan sikap yang menyenangkan istrinya, seakan akan istrinya adalah wanita tercantik dan termanis yang pernah ada, yang setiap hari nampak bertambah cantik dan menarik perhatiannya. Tanpa istrinya seakan hidupnya tiada arti.
Seorang suami juga harus menganjurkan istrinya untuk bersilaturrahim, mengunjungi kerabat dekat dan familinya sebisa mungkin, menganggap keluarga istrinya seperti keluarga sendiri, dan mengagumi apa yang dikagumi istrinya, sehingga hati istrinya merasa tenang, karena dia merasa bahwa perasaannya klop dengan perasaan suaminya. Suami juga harus bisa mengikuti hobbi yang disenangi istrinya sebisa mungkin. Dengan catatan bahwa hobbi tersebut tidak bertentangan dengan ajaran -ajaran islam. Jika itu terjadi, maka suami harus mampu membatasinya sebijak mungkin.
Suami juga harus berusaha menjadikan kehidupan rumah tangganya seperti sebuah cermin. Bayangan yang ada di dalamnya adalah sesuatu yang nyata, bukan palsu dan tipuan. Dia tidak boleh menampakkan satu wajah di hadapan istrinya, dan wajah yang lain ketika berada jauh darinya, karena Islam menjadikan orang-orang munafiq sebagai kelompok manusia yang mendapatkan adzab paling pedih pada hari Kiamat.
Perhatian adalah sesuatu yang sangat penting dalam keluarga. Suami harus selalu mencurahkannya untuk istri dan seluruh anggota keluarganya. Perasaan juga tidak kalah pentingnya. Karena itu, suami harus selalu berusaha memperbarui perasaan cintanya kepada istrinya. Hal itu bisa dilakukan dengan cara selalu menampakkan cinta dan kasih sayangnya, merasa takut kehilangannya, dan selalu meyakinkan istrinya bahwa ia adalah dunia dan akhiratnya. Ingat, istri itu selalu pencemburu, bahkan terhadap seorang bidadari sekalipun yang dijanjikan untuk setiap laki-laki di surga kelak.
Suami juga harus hati-hati dalam bersikap di hadapan keluarga istrinya. Dia seharusnya memperlakukan mereka dengan sopan dan santun. Jangan sekali-kali memancing kemarahan mereka. Lebih baik bersikap penuh kehatia-hatian layaknya dia sedang menghadapi binatang buas yang setiap saat bisa menerkamnya.
Dalam urusan belanja pribadinya, suami juga harus mengencangkan ikat pinggangnya. Jangan sampai dia bersikap boros. Usahakan untuk tidak membeli sesuatu kecuali yang sangat mendesak dan benar-benar dibutuhkan, berusaha untuk menambah penghasilan dengan cara-cara yang halal, dan tidak membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, baik bagi dirinya maupun keluarganya, karena menggunakan waktu sebaik mungkin untuk kepentingan keluarga adalah sebuah jihad di Jalan Allah yang akan diberi pahala.
Dalam urusan pendidikan, suami harus bisa bekerjasama dengan istrinya dalam mendidik anak-anak, terutama dalam masa balita dan remaja, karena mereka adalah buah cinta keduanya. Mematangkan mereka dalam bidang keilmuan dan moral adalah tanggungjawab berdua secara bersamaan. Suami harus berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan istri dan anak-anaknya, dan yang penting adalah bagaimana dia bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi mereka dalam segala aspek kehidupan. Ingat , suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Keutuhan dan kehancurannya ditangan suami.
Itulah sekilas tentang ajaran Islam bagi suami dalam rumah tangga, supaya rumah tan gganya menjadi sakinah penuh cinta dan kasih sayang, jauh dari segala pertengkaran dan pergolakan. Lalu bagaimana ajaran Islam untuk para istri dalam rangka menciptakan rumah tangga yang bahagia? Islam mengajarkan untuk mereka kebahagiaan, ketentraman, kedamaian, rasa aman yang tinggi, dan kesejahteran.
Istri harus berusaha menjadi pusat perhatian suaminya, dengan senyum manis senantisa terkembang, pandangannya hangat penuh cinta dan tutur kata lembut penuh kemanjaan. Ia harus selalu berusaha menjadi seorang bidadari di rumahnya. Tubuhnya harum mewangi, wajahnya cerah, perilakunya lembut, dan tutur katanya mendatangkan kedamaian di hati, sehingga suami benar-benar merasa bahwa rumahnya adalah surga yang penuh kenikmatan dan kesenangan.
Ia bagaikan bunga yang segar dan menyejukkan mata. Hatinya bening sebening mata air pegunungan. Senyumannya manis semanis telaga madu. Wajahnya terang secerah bulan purnama. Jika suaminya sakit, ia menjadi dokter pribadinya yang senantiasa setia menemaninya. Jika dunia gelap di matanya, ia menjadi pelita yang siap menerangi jalannya. Jika ia kehausan, ia menjadi pelepas dahaga yang menyejukkan. Pokoknya, apapun yang dilakukannya selalu menebarkan pesona di mata suaminya. Kelemah lembutannya dalam memperlakukan suaminya sama dengan perlakuannya terhadap teman-teman deketnya, penuh keakraban dan senda gurau.
Istri yang baik tidak pernah merasa tenang jika suami tercintanya berada dalam masalah. Matanya tidak pernah bisa dipejamkan manakala suaminya bersedih dan bermuram durja. Perasaanya yang halus mampu mendeteksi apa yang ada dalam hati suaminya sebelum ia mengatakannya. Ia bisa menebak apa yang berkecamuk dalam benak suaminya sebelum ia menceritakannya.
Istri muslimah yang shalihah hidup dengan suaminya sepenuh hati, sepenuh perasaan, sepenuh jiwa dan raganya. Perasaan dan pikirannya tidak pernah lepas dari pasangannya. Detak jantungnya adalah detak jantung suaminya, selalu berbagi suka maupun duka. Dikala suka ia membaginya untuk suami tercinta. Senyum diwajah suaminya mampu menghilangkan semua duka yang menderanya. Suami baginya adalah benteng yang kokoh, pedang yang tajam, sungai yang mengalirkan air jernih, ladang yang subur, dan pelita yang terang benderang.
Ibadah menjadi aktivitas yang tak pernah terlewatkan. Dia mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan melayani suaminya setulus hati. Bukankah islam telah menjadikan ketulusan seorang istri terhadap suaminya setara dengan jihad fi sabilillah dalam hal ganjarannya? Seorang istri bisa menadapatkan pahala ash-shiddiqin (orang-orang jujur dan tulus) jika selalu jujur dalam tindakan dan ucapannya. Dia juga bisa mendapatkan pahala al-abrar (ahli kebajikan) jika mampu memenuhi semua kewajiban terhadap suaminya. Dia juga bisa mendapatkan pahala asy-syuhada jika ia mampu melewati kesulitan dalam mengurus suami dan anak-anaknya.
Jika ia mampu menjaga kehormatan dan melaksanakan kewajibannya dengan baik, do`anya bisa terkabul dan masuk surga dari pintu manapun dia suka Subhanaallah. Dia juga akan senantiasa dijaga oleh para malaikat jika mampu mensucikan fitrah dan akhlaknya dari segala kotoran dan najis ruhaniyah. Dia juga bisa menjadi bidadari suci jika mampu membersihkan hatinya dengan air keimanan dan menjaganya dari bisikan-bisikan hawa nafsu. Dia juga bisa mencatat sejarah dengan melahirkan generasi genius jika mampu mendidik anak-anaknya dengan pendidikan Islam.
Untuk mewujudkan semua impian itu tiada yang bisa dilakukannya, kecuali mencontoh para wanita salafush shaleh, menjadikan mereka figur-figur yang diidolakan sepanjang masa. Mereka berbagi suka dan duka dengan suami-suami mereka tanpa keluh kesah. Perjuanagn mereka layak mendapatkan medali penghargaan yang layak selayak yang diterima para syuhada yang gugur di medan perang. Bukankah Allah telah memuji mereka dalam Al Qur`an Al Kariim?
Wanita memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptkan kehidupan yang baik. Jika ia memiliki impian untuk menyulap rumhnya menjadi kebun surga yang indah, pasti ia mampu melakukannya dengan sedikit biaya. Rumah tangga yang baik bukanlah rumah yang selalu dipenuhi dengan perabotan mewah dan modern. Tapi rumah kebahagiaan adalah yang mampu menyatukan banyak hati yang disinari cinta dan kasih sayang, keserasian, kesetian, dan ketulusan untuk hidup berbagi suka dan duka dalam segala suasana. Betapa besar perhatian Islam dalam urusan cinta! Pastilah salah besar jika ada yang menuduh Islam mengajarkan kekerasan dan teror.
(Sumber: Kitab “Madkhol ila qolbi Hawaa`” (Menyelami hati Wanita), karangan : `Abdul Mun`im Qindil).

Dikirim pada 22 Mei 2009 di Kumpulan Nasehat

jazakumullah telah memilih aq untuk mendampingimu kelak,,,
melewati hari2 dengan ketundukan penuh kepada Rabb, Pencipta hidup kita
jazakumullah telah memperkenankan aq untuk berada disampingmu kelak,,
menemani dalam setiap langkah setapak demi setapak mencoba menegakkan nilai Illahi
jazakumullah telah memberi aq kesempatan belajar mempersembahkan yang terbaik untuk Allah semata dengan berbakti kepada mu kelak,,,
jazakumullah telah menerima apa adanya diriku bersama segala kekurangan ku,,,
jazakumullah atas segala apa yang telah diberikan selama menjalani proses kelak dan akan kita jalani bersama utk mengarungi bahtera keluarga,,,
yang dengan itu semakin mendewasakan aq untuk menjalani hidup ini dengan lebih bijak
karena,,,,,,aq tidaklah sebaik ibunda khadijah
aq tidaklah setegar ibunda khansa
aq tidaklah secerdas ibunda aisyah
aq tidaklah secantik ibunda zainab binti jahsyi
aq tidaklah sebijak ummu sulaim
aq hanyalah,,,,
seorang perempuan yang berusaha merajut cinta Allah
dengan segala keterbatasannya,,,
untukmu yang akan belajar kucintai dengan sepenuh hati,,,,,.
bantu aq untuk mengeja makna cinta dengan belajar mencintaimu,,
bantu aq untk memahami ridho dengan mencoba menerima apapun yang kau berikan padaku,,
bantu aq untuk belajar memahami mu dengan baik,,,
bantu aq untuk mengenal mu lebih jauh,,,
bantu aq untuk belajar semua yang bernama kebaikan bersamamu
yang itu aq lakukan demi Allah semata,,
karena,,,,,
kamu adalah qiyadah kehidupan
kamu adalah belahan jiwa
kamu adalah tempat berbagi segala
sementara,,,,,
aq hanyalah seorang muslimah yang berusaha menggenapkan jihadnya
dengan berusaha belajar menjadi "teman sejati" mu,,,,semoga sekiranya kita akan bersama,,,,

Dikirim pada 22 Mei 2009 di Sok Puitis

Wahai sahabatku bagaimanakah kabarmu hari ini? Apakah engkau sudah mempersaksikan di hadapan seluruh makhluk dan malaikat yang menjunjung ‘Arsy yang agung dan malaikat seluruhnya bahwa engkau seorang muslim? Mempersaksikan bahwa Dia lah Robb yang agung, yang paling pedih azabnya sekaligus paling luas rahmatnya, sebagai Dzat yang satu-satunya berhak diberikan seluruh kecintaan, rasa takut dan harap dengan ketundukan dan penyerahan diri yang sempurna?

Sahabatku, sudahkah engkau bertekad hari ini untuk mengerjakan sunnah Rosululloh dengan benar dan ikhlas di atas syariat yang haq, yang tidak dinodai kebatilan syahwat dan syubhat yakni dengan cara mengikuti metode pemahaman dan pengamalan islam yang dilakukan oleh sahabat yang mustaqiim?

Sahabatmu menulis risalah ini saat hatinya sedang terbang melihat sahabatnya yang mencintai agama Allah… menginginkan kebaikan pada dirinya dan orang-orang yang disayanginya…
Sahabatmu menulis risalah ini mengharapkan agar sekiranya risalah ini menjadi batu perbaikan untuk meraih metode pemahaman dan pengamalan islam yang lurus dan meraih jalan kebaikan…
Sahabatmu menulis risalah ini dengan niat –yang semoga Alloh meluruskannya- yang menginginkan kebaikan bagi engkau wahai sahabatku…
Sahabatmu menulis risalah ini dengan harapan semoga melapangkan dada, menjernihkan akal dan bisa diterima oleh hati…
Sahabatmu menulis risalah ini agar ilmu menjadi bersinar dan tersebar… dan menjadi pembuka menuju jalan ke jannah-Nya…
Sahabatmu menulis risalah ini dan sangat mengharapkan persatuan kata dalam satu shaf yang sama, bersama-sama menapaki atsar Rosullulloh dan sahabatnya dan meraih beribu-ribu keindahan iman yang dicapai tholabul ‘ilmi…
Sahabatmu menulis risalah ini dan dia yakin dengan pasti dan tanpa ragu didalamnya ada kesalahan dan kekurangan… karenanya dia memohon ampun kepada Alloh dan memohon maaf kepadamu sahabatku…

Tausiyah Untukku dan Untukmu

Sahabatku, bacalah apa yang Allah firmankan padamu…

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9)

“Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadillah: 11)

“Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” (Fathir: 28)

Sahabatku, ingatlah pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepadamu…

“Barangsiapa yang Allah menghendaki suatu kebaikan pada dirinya maka Dia memberinya pemahaman dalam masalah dien.” (HR. Bukhori Muslim)

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi termasuk pula semut di dalam liangnya, termasuk pula ikan paus, benar-benar bersholawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia.” (HR. Tirmidzi)

“Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah ialah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang gemintang. Sesungguhnya orang-orang yang berilmu itu adalah para pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil ilmu itu, berarti dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

“Sesungguhnya para malaikat benar-benar mengepakkan sayap-sayapnya pada orang-orang yang mencari ilmu, karena ridho terhadap apa yang dicarinya.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

“Barang siapa meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalan baginya ke surga.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang didatangi kematian pada saat dia sedang mencari ilmu, yang dengan ilmu itu dia hendak menghidupkan islam, maka antara dirinya dan para nabi hanya ada satu derajat di surga.” (HR. Ath-Thabrani)

Ketahuilah sahabatku… hukum mencari ilmu dien adalah wajib. Rosululloh bersabda, “Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ketahuilah sahabatku… diantara semua ilmu ada ilmu yang terpuji dan ada ilmu yang tercela. Dan di antara ilmu yang terpuji ada yang hukumnya fardhu ‘ain dan ada yang hukumnya fardhu kifayah. Ilmu yang hukumnya fardhu ‘ain adalah ilmu yang dengannya engkau dapat mengenal Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam setiap gerak-gerikmu, ucapanmu, perbuatanmu yang kau tampakkan maupun yang ada di dalam hatimu. Sedangkan ilmu yang termasuk fardhu kifayah adalah setiap ilmu yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup di dunia seperti ilmu kedokteran dan farmasi.

Maka ilmu yang fardhu ‘ain wajib untuk dicari oleh setiap muslim sedangkan ilmu yang fardhu kifayah adalah wajib untuk dicari oleh seorang muslim, namun apabila sudah dikerjakan oleh sebagian muslim maka gugur kewajiban yang lain.

Ketahuilah sahabatku… jadilah salah seorang diantara dua jenis manusia. Pertama jadilah orang yang sibuk dengan dirimu sendiri dengan hal yang fardhu ‘ain. Kedua setelah selesai dengan kesibukan diri sendiri berilah manfaat pada orang lain dengan hal yang fardhu kifayah. Jangan menjadi orang yang hanya sibuk memperbaiki orang lain sebelum memperbaiki diri sendiri. Perhatikanlah hati dan amalanmu. Jika engkau belum bisa menata diri sendiri dan hatimu, maka janganlah engkau menyibukkan diri dengan yang fardhu kifayah sebab orang lain telah banyak yang mengamalkan ilmu ini. Orang yang hendak mencelakakan dirinya sendiri dengan memperbaiki keadaan orang lain adalah orang yang bodoh. Perumpamaan dirinya seperti orang yang di dalam pakaiannya tersusupi kalajengking, lalu dia mengendap-endap untuk menghalau seekor lalat agar tidak hinggap di tubuh orang lain di sampingnya.

Jika engkau sudah bisa menata diri sendiri, engkau boleh menyibukkan diri dengan ilmu yang fardhu kifayah. Mulailah mencari ilmu dari Kitabullah dan Sunnah baru engkau mendalami ilmu yang lain. Janganlah engkau menghabiskan umurmu dalam satu jenis ilmu karena ingin mendapatkan predikat spesialisasi. Sesungguhnya ilmu itu sangat banyak sementara umur manusia sangat terbatas. Maka pilihlah ilmu yang paling bermanfaat bagimu yang dengannya engkau bisa meraih ridho Allah.

Sahabatmu ini pernah mendapatkan nasihat, “Sempatkan waktumu menemui majelis-majelis ta’lim yang lurus aqidah, akhlaq dan manhajnya sekalipun harus menempuh jalan yang jauh dan sulit. Sempatkan hatimu untuk menerima belaian dan makanan berupa ilmu. Ingat dan ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu bagi hati bagaikan air bagi ikan. Apa jadinya ikan tanpa air? Lalu apa jadinya hati tanpa ilmu?”

Namun sahabatmu ini sibuk sekali dengan urusan dunia dan prestasi, menganggap bahwa dunia sudah cukup untuk menepis musibah dan meraih kebahagiaan. Kebahagiaan datang lalu pergi dan hatinya terasa begitu kering. Musibah datang silih berganti dan membuat hatinya semakin kering hingga sahabatmu ini mendapat nasehat lagi…

Zuunuun rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai saudaraku berdirilah di hadapan tuhanmu seperti anak kecil di hadapan ibunya. Setiap kali ia dipukul oleh ibunya, ia malah bergerak ke arahnya dan setiap kali ia diusir ia malah mendekatinya. Keadaannya tetap seperti itu sampai sang ibu mendekapnya.”

Sabarlah jika engkau sedang ditimpa musibah, berdoalah kepada Allah agar semua itu bisa mengurangi dan menghapus dosa-dosamu. Kembalilah pada Allah dan carilah solusi dari Rosulullah. Sesungguhnya dalam Islam terdapat solusi bagi seluruh permasalahan. Dan cukupkan dirimu dengan solusi yang Allah dan Rosul-Nya berikan. Karena Allah lah yang Maha Bijaksana, menentukan yang terbaik bagi hambaNya. Dan memang, solusi terbaik atas seluruh urusan adalah islam, agama yang sempurna dan indah dari segala segi. Kebahagiaan hakiki ada pada Islam.

Sahabatku… bersabarlah untuk terus melangkah menggapai manisnya iman. Kita tidak akan pernah tahu, kapan umur kita pupus. Maka manfaatkanlah waktu untuk bersegera merajut manfaat dalam ridho Allah. Perjalanan sungguh amat jauh dan berat karenanya perlu bekal yang banyak agar kita tidak merugi. Dan kumpulkan bekal itu sekarang karena kita tidak tahu sampai kapan kita hidup. Bahkan sampai besok pagi pun kita tidak tahu apakah kita masih hidup.

Kelak di akherat, Robb kita tidak akan menanyakan: Bagaimana duniamu? Apakah orang tuamu kau bahagiakan dengan duniamu?

Tidak, sama sekali tidak…
Justru Robb kita akan bertanya: Untuk apa masa mudamu kau gunakan? Dan semoga saat itu walidain kita akan bangga dengan kesholehan anaknya, bukan dengan hal-hal yang dibanggakan di dunia tapi hakikatnya menjadi tamparan yang amat menyakitkan bagi mereka di akherat. Manakah yang engkau ridho atasnya sahabatku?

Jangan tertipu oleh alasan-alasan maya yang dibisikkan syaithon untuk membenarkan yang salah, menghalalkan yang haram dan menyamarkan hal-hal yang jelas.

Sahabatku… tentulah kita semua tahu bahwa terbukanya pintu taubat adalah hingga ditariknya nyawa sampai tenggorokan. Setelah itu tertutuplah pintu taubat untuk selamanya dan tak berguna lagi penyesalan sesudah itu. Tapi sahabatku, tak seorang pun tahu kapan kematian menjemput, kapan pintu taubat ditutup, apakah tahun depan, bulan depan, malam ini atau setelah beranjak dari tempat ini?? Tak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya hingga begitu banyak manusia meremehkan bersegera dalam bertaubat dan dalam keadaan merasa aman dengan ilmu, amal, dan agama yang ia miliki sekarang. Padahal barangsiapa yang merasa aman dengan agamanya maka Allah mencabut agamanya pada saat itu juga.

Sahabatmu ini hanya bisa berdoa semoga dalam kesendirian kita masing-masing kita tetap bersemangat berpegang teguh terhadap al-haq, tetap istiqomah, menjunjung nilai-nilai sunnah dalam setiap tingkah, langkah, menit dan detik kita. Kita berlindung kepada Allah dari fitnahnya dunia dan segala perhiasannya. Semoga kita diselamatkan dari tipu daya dan bisikan syaithon yang melalaikan kita dari mengingat agungnya akherat.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Kita sudah mengetahui maknanya. Lalu kapankah kita mengamalkan?

Risalah ini hanya sekadar mengingatkanmu sahabatku, sesungguhnya ilmu yang kita pelajari di kampus bermanfaat. Tidak ada yang melarang kita untuk mempelajarinya, bahkan sangat dianjurkan demi kemaslahatan umat Islam. Apalagi jika kita belajar untuk birul waliddain, tentu pahalanya akan lebih berlipat lagi. Tapi sekali lagi sahabatku, tentu engkau sudah mampu mempertimbangkan manakah yang seharusnya lebih didahulukan, bahwa ilmu yang kita pelajari hukumnya fardhu kifayah dan butuh ilmu yang fardhu ‘ain sebagai landasannya. Sahabatku, engkau sudah dewasa dan engkaulah yang berhak menentukan jalan yang akan engkau tempuh. Sahabatmu ini sekedar menyampaikan ilmu yang sudah sampai padanya. Karena sahabatmu ini sangat menyayangimu karena Allah dan berharap kelak bertemu denganmu di surgaNya dan masih bersamamu ketika menuai ridho-Nya dan memandang wajah-Nya. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh



disalin dari Muslimah.or.id

Dikirim pada 12 Mei 2009 di Kumpulan Nasehat

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.

Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. "Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban."

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.

Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah.

Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata biasa". (Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)

Diambil dan diketik ulang oleh Redaksi dari: Majalah Elfata edisi 08 volume 07 tahun 2007
disalin dari Jilbab.Online

Dikirim pada 12 Mei 2009 di Kumpulan Nasehat

Teruntukmu,,,,,,
Aq bersama semua baktiku yang tertunda,,,
Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna,,,

Untuk calon suamiku ,,,,
Izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu,,,
Iiznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu,,,

Wahai calon suamiku ,,,,
Ketahuilah,,,
Bahwa aku wanita asing bagimu,,,
Nanti terangkanlah apa2 yang tidak kumengerti darimu,,,
Terangkanlah apa2 yang tidak tersukai darimu,,,
Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu,,,
Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu,,,
Ketahuilah bahwa aq selalu menunggumu,,,
Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu,,,
Menjadi rumah yang lapang untukmu,,,
Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu,,,
Menjadi penyejuk hatimu,,,

Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku,,,
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku,,,
Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu,,,
Bersama menyempurnakan hati dalam MahabahNya,,,
Menyemarakan dakwah dengan para Jundi2 Allah,,,
Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu,,,
Bersama menggapai perjuangan ini,,,
Yang karenamu,,,Allah semakin sayang padaku,,,

Dikirim pada 05 Mei 2009 di Sok Puitis

Sesungguhnya ada seseorang dari umat sebelum kalian didatangi Malaikat untuk dicabut nyawanya. Maka Malaikat berkata,"Apakah engkau pernah melakukan kebaikan?" Orang itu berkata: "Aku tidak tahu." Malaikat berkata: "Berpikirlah engkau" Kemudian ia berkata: "Aku tidak mengetahui sedikitpun perbuatan baik yang pernah aku lakukan. Hanya saja aku dulu pernah bertransaksi dengan seseorang di dunia, kemudian aku menangguhkan (pembayaran hutang) dari orang yang mempunyai kelapangan dan membebaskan dari orang yang kesulitan." Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Akhirnya Allah memasukkannya ke surga."

Dikirim pada 05 Mei 2009 di Kumpulan Nasehat

Istriku tercinta, aq tdk mnulis surat ni kecuali karna aq mencintaimu.Engkau telah rela menjadikanku sebagai suami N aq telah menghibahkan hidupku utk mu.Aq mengatakan kpda diriku,inilah seorang ibu N istri,inilah kasih sayang N ketenangan,ini;ah hembusan angin Surga yg da d rumahku,maka aq mengajakmu N qta sama2 menaiki perahu yg menuju ke pelabuhan bahagia d sisi Rabb Yang Maha Pengasih.

Tetapi, tiba2 aq mendapatkan badai d jln yg qta lalui N angin yg berhembus.Jika qta b’2 tdk b’hati2,maka qta akan kehilangan kendali perahu N kehilangan arah. Aq mengatakan kpda diriku sendiri ’’tidak! Aq tdk akan meninggalkan perahu tenggelam,maka aq ambil pena N kertas, N aq tulis surat teguran. Teguran dr seorang kekasih kpda kekasihnya’’.

Apakah engkau ingat wahai istriku tercinta??? betapa engkau d awal pernikahan qta merupakan simbol feminim seorang perempuan. kemudian aq tdk tahu,mengapa engkau berubah m’jd tdk enak d lihat?? engkau lupa bahwa salah 1 sifat perempuan yg shalihah adalah jika ia d lihat suaminya,maka suaminya akan merasakan senang.

apakah engkau ingat wahai kekasihku?? engkau sering menyebut2 kpdaku mengenai apa yg engkau lakukan dlm mengerjakan pekerjaan rumah,perlkuanmu dlm menjamu tamu2ku N mlaksanakan kebutuhanku, sehingga engkau lupa akan firmanNya ’’ Hai org2 yg beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dgn menyebut2nya N menyakiti perasaan si penerima’’ ( QS.2/164)

Apakah engkau ingat kekasihku?? betapa qta berjanji ktika qta menikah utk saling membantu 1 sm lain dlm hal ketaatan N dakwah kepada Allah. qta sdh berkomitmen bahwa yg menjadi keinginan qta adalah umat islam N mendidik anak2 qta berarti membangun agama islam. ttp saat ini keinginan yg menyibukan qta adalah berlomba2 utk mengejar model terbaru,gaya rambut, mengecet rambut N mendapatkan uang dr mn saja.

Apakah engkau ingat,wahai kekasih??? betapa engkau sering marah N mengeluh terhadap rejeki yg d berikan Allah kpada qta. Apakah aq mencari rejeki utk memenuhi keinginanmu dr jalan yg d haramkan?? Engkau lupa pd seorang perempuan berkata kpda suaminya ’’ Bertakwalah kpda Allah dlm menjalani hubungan qta,sesungguhnyaqta bisa sabar atas lapar N qta tdk bs sabar atas api neraka’’.

Apakah engkau ingat ?? berapa kali aq terjaga dr tidur tengah mlm N melihatmu melihat tayangan film N musik d televisi?? tidakkah lbh baik engkau berdzikir kpda Allah N shalat malam 2 rakaat d saat manusia sdg tidur d gelapnya malam?? atau tidakkah sebaiknya engkau tdr sore hari sehingga tdk kehilangan shalat subuh???

Apakah engkau ingat??? ktika engkau keluar dr rumahku utk mengunjungi keluarga mu tanpa seizinku N kyika engkau mengizinkan teman perempuanmu masuk k rumahku, pdahal aq melarangmu utk memasukkan temanmu k rumah qta,apakah engkau lupa bahni adalah hakku???
Apakah engkauingat bahwa ktika keluarga ku mengunjungiku,bgitu jg dgn temen2ku yg bertmu k rmh, engkau memalingkan wajah N kakimu terasa berat serta muka masam.
memang engkau tlh menyediakan makanan bwt mereka,tetapi smua cita rasa itu hilang ktika engkau menunjukkan muka masam.apakah engkau mengetahui pepatah mengatakan ’’ temuilah aq,, N jgn engkau berikan aq makan’’.

Kekasihku,,,,,,,,,,,,,,
aq tetap mengatakan dr lubuk hatiku bahwa aq sungguh mencintaimu.
aq berharap qta dapat meraih ridha Dzat Yang Maha Penyayang bersama2.
mungkin aq pernah berbuat kesalahan dlm memberikan hak mu N mungkin aq tidak menyadari keteledoranku dlm menjalankan sebagian kewajiban N menjagamu,,
apa yg aq tulis ini merupakan ajakan agar engkau menulis kepadaku apa yg ada d benakmu. tujuan qta b’2 satu.qta telah menaiki perahu yg sama N tujuan perahu ersebut satu. Tujuannya adalah mendampingi d dunia N akhirat dalam Surga Adn(InsyaAllah). jangan biarkan gelombang badai membawa qta k jalan yg qta tdk ketahui.

Dikirim pada 23 April 2009 di Kumpulan Nasehat
23 Apr


Terlalu tua dirimu mengurung diri dalam kesepian,
menyendiri dari setiap keramaian,
dan kembali terdiam meratapi lika liku jalan kehidupan,

bukan karena tidak ada yang ingin memperhatikan,
namun tertunda hanya karena keragu-raguan,
dan terlewatkan karena setiap diri menyakini sebuah pilihan,

jangan salahkan mereka yg meninggalkan,
karena itulah jalan yg membahagiakan,
agar kesedihan berubah wujud menjadi sebuah senyuman,

cobalah tegar wahai teman,
bangkit berdiri melihat kenyataan,
semua ini bukan kesalahan garis kehidupan,

cobalah melangkah wahai teman,
melihat indahnya sisi nyata kehidupan,
yang terbingkai oleh cinta dan kebahagiaan.,

cobalah tersenyum wahai teman,
tinggalkan semua keraguan yang tersimpan,
dan yakinilah bahwa setiap diri masih memiliki sebuah harapan...

[untukmu wahai teman, yang bersenyum dibalik kegelisahan] dr catatan seorang teman

Dikirim pada 23 April 2009 di Sok Puitis



Cantiknya wanita karena
Kejernihan wajah...
Manisnya wanita karena
senyumnya yang indah
Hebatnya wanita karena
Keimanan dan ketaqwaan
yang teguh....
Hiasilah peribadimu
dengan akhlak terpuji ...
Nilai diri seorang Muslimah Sejati...

Wahai wanita yang paling bahagia
dengan agama dan akhlaknya..
Tanpa Mutiara ,Tanpa kalung dan Tanpa Emas
Tetapi dengan tasbih
Yang bagaikan pembawa Kabar Gembira
Bagaikan tetes Hujan,bagaikan fajar
bagaikan pancaran cahaya,bagaikan awan
Di dalam Sujud,dalam do�a
dalam kedekatan dengan Rabbnya
Dengan renungan di antara cahaya
Kitab-kitabNYA,,,Dalam kilatan cahaya dari gua Hira
Dari Utusan Rabbmu pada bangsa Arab dan Romawi
Maka engkaulah Wanita yang paling Bahagia di dunia
Dalam hatimu yang Bersih
yang engkau suburkan dengan dekat kepada Allah

Pancarkan Jiwamu Niscaya alam akan memujimu
Pandanglah hidup ini dengan pandangan cinta dan optimis
Hidup adalah anugerah dari Allah buat manusia maka terima anugerah itu dengan gembira.manfaatkan anugerah ini dengansebaik-baiknya.
Songsonglah waktu pagi dengan pancaran senyum manismu.Hadapilah malam hari dengan tenang dan tentram.
Hadapilah siang hari dengan sinar cahayanya
Minumlah air putih,dengan pujian
Hiruplah segarnya udara dengan penuh gembira
Ciumlah harumnya bunga yang semerbak wangi..
Renungkan semua pemberian Allah di alam semesta ini, di karangan bunga,di pancaran mawar,di keharuman taman-taman bunga yang mewangi ,di panasnya terik matahari ,dan di terangnya cahaya rembulan.
Pergunakan semua Nikmat yang ada di semesta alam ini untuk ketaatan,,
Setelah itu Pujilah atas pemberian dan keutamaan-NYA.Sekalilagi jauhilah mimpi buruk yang di penuhi kesedihan dengan melihat betapa banyak Nikmat-NYa.sehingga pada akhirnya engkau akan menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Ketahuilah bahwa ALLAH Maha Memberi Rejeki dan tidaklah sesuatu yang berada di alam ini diciptakan kecuali hanya untuk membantu manusia dalam ketaatan Pada-NYa.


Dikirim pada 17 April 2009 di Sok Puitis
17 Apr

Kubuka ...
Kubaca kuresapi
Huruf - huruf tersusun merangkai kata
Hingga senyum manis memampang

Dinding ini dihati roboh tersentuh
Riak - riak kecil dipelupuk mataku
Tak henti bergulir
Ooo,,,aku ingin mencintai lebih dalam

Cinta yang seharusnya lebih indah serta mendalam
Keriduan memenuhi relung hati dan pikiran
Beribu - ribu kata indah dan pujian
Ingin terlontar, ku ingin lebih syahdu
Romantisme dalam cinta sesungguhnya

Kuingin jatuh cinta
Makin cinta dan terpesona dalam denyut nadi cinta
Tapi ku tak ingin kegombalan semu
Kuingin persembahkan cinta yang nyata
Sejati untuk yang kucintai

Mengukir indah cinta dalam hati
Terukir dalam dan tak ingin terhapus
Kuingin selalu cinta padaMu Ya Rabbi
Dalam setiap nafasku
Dalam relung jiwa

Menantikan berjumpa denganmu
Walau hanya dalam mimpi Ya kekasih Allah
Ya Rasullah ,,,,
Mencoba melakukan sunnahmu dalam setiap langkahku
Serta merindukanMu Ya Rabb juga kekasihMu dalam hari 2ku
Kuingin engkau selalu menjadi panutan dalam waktuku Ya Rasul

Kuingin terpancar kebahagiaan dalam wajah
Memberikan cinta serta kasih sayang
Menyelami akan peranku pada kalian
Kuingin wajah bangga terpancar bukan wajah tertunduk malu
Kuingin lakukan untuk kalian
Kuharap Allah mengabulkan
Karena kuingin kalian merasakan ketulusan cinta dalam peranku
Beribu doa, maaf dan kata cinta serta hormatku ... pada kalian
Kuingin katakan dan resapi
Hingga tulusku sampai pada kalian, Ayah dan Ibuku

Semua ke 4 cintaku ingin kusemayamkan dalam relung jiwa dan ingatanku
Kuingin ke 4 cintaku memenuhi relung hati
Tapi aku tetap sediakan sedikit tempat untuk cinta lain,,,,

Dikirim pada 17 April 2009 di Sok Puitis


Bukan pasir pantai
Atau air laut
Bukan keong dan batu apung
Atau geliat si ubur2
Santai lesehan mnikmati angin laut
Deburan ombak pasir putih
Sunset di atas langit
Memanjangkan pikirku
Tentang apa yang ku cari
Sosok soulmate yang kehilangan tulang rusuknya ?
Ataukah tanah yang mnunggu tuk ku bangun istanaku
Ku pasangi atap hingga pondasinya
Ramaikan dengan pangeran dan permaisuri kecilku kelak
Berhias rumput laut dan karang batu
Ternyata ada yang melihat
Menonton smua lakuku
Melirik smua niat hati kecilku
Dan mengurai gemerlap kilau pasir yang kuinjak
Karna Dia yang buat smua skenario hidupku
Atur smua nyataku
Pakukan aq di laut ini
Telan kan asin garamnya
Ya Rabb,,, hanya pada-Mu ku tenggelamkan smua yang aq cari !!!
” Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta),ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akanhabis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (Qs Luqman : 27)

Dikirim pada 08 April 2009 di Sok Puitis


oleh KH. Abdullah Gymnastiar ManajemenQolbu.Com :
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, Allahuma shalli ’ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai’iin, Saudaraku yang budiman, sesungguhnya kerugian yang amat besar bagi siapapun diantara orang-orang beriman yang tidak menyadari dan memanfaatkan secara optimal kekuatan do’a. karena do’a sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah Swt. menjadi pendamping yang kokoh dan strategis bagi kesuksesan dunia dan akhirat.

Perlu diketahui pula bahwa orang yang tidak memiliki keyakinan kepada Allah dan hari akhirat (tidak beriman), kekuatan do’a ini tidak berlaku sama sekali. Ketahuilah bahwa menyikapi hidup ini tidak cukup mengandalkan kekuatan akal pikiran saja, karena sangat banyak hal yang tidak kita ketahui daripada yang kita ketahui.

Kita tidak tahu bencana apa yang akan menimpa kita hari ini atau esok, tak tahu isi hati orang yang ada disekitar kita, dan banyak lagi hal-hal yang tidak kita ketahui. Makanya akan sangat tidak cukup bila mengandalkan kekutan dan ketangkasan jasmani kita, apalah artinya kehebatan tubuh yang bisa roboh seketika jika diterjang peluru atau menjadi lemah tak berdaya akibat diserang virus yang kecil mungil dan tidak terlihat.

Allah Maha Mengetahui apa pun yang akan terjadi, Maha Mengetahui segala yang tidak diketahui, dan Maha Kuasa untuk memberi tahu atau mencegah perbuatan apa pun sekehendak-Nya. Dan Dia menjanjikan akan menolong orang yang berdo’a, meminta kepada-Nya dan janjinya ini pasti benar, subhanallah, sungguh Allah tidak akan mengingakari janji-Nya. "Innallaha la yuhliful mi’aad." (Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janjinya) (QS. Ali-Imran(3):9).

Dan Allah menggolongkan bahwa keengganan berdo’a, meminta, berharap, dan berlindung kepada-Nya adalah tanda-tanda keangkuhan dan kesombongan seseorang. Sebab sungguh ia telah merasa bahwa dirinya sanggup berbuat apa pun dengan kekuatan yang dimilikinya, padahal kelebihan apapun yang dimilikinya sesungguhnya hanyalah milik Allah, yang setiap saat bisa diambilnya tanpa bisa ditahan oleh siapapun.

Sungguh, do’a-do’a yang kita panjatkan adalah suatu wujud penyerahan diri kita kepada Allah atas semua persoalan yang kita hadapi. Tentu saja pendapat yang sangat salah bila ada orang yang mengatakan bahwa aktivitas berdo’a merupakan sikap orang yang lemah atau orang yang bodoh yang tiada tahu jalan mana yang harus dilalui, atau ada pula yang mengatakan sebagai suatu upacara yang boleh dilakukan atau boleh ditinggalkan.

" Berdo’a adalah aktivitas ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt. Firman-Nya, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa sesungguhnya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.’ (QS. Al-Baqarah(2):186).



IMAJINER DOA
oleh: Ratih Sanggarwati

Doa yang ketika aku masih gadis:
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami
yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."


"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat
mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku
yang tidak pernah putus."

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami
yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku.
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang
sedang ranum."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,
yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga
kami."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan
perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama
pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria
wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum
dan berkata..... .

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik
dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"

"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada
suamimu. Jangan egois begitu...... .. masak engkau ingin anak yang sholehah
hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. ...tentu mereka menjadi
sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah
aturan-Ku."

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......
prestige? ......... atau....mode? ....atau engkau tidak mau direpotkan
dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga
harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha
mengkhatamkannya. "

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan
umat-Ku."

"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau
tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah
kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia
akan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang
memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap
mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia
melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "

"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah
kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi
amanahnya."

Lantas...... aku malu....... dengan imajinasi do’a-ku sendiri....
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. ...
Maafkan aku ya Allah......

Assalamu’alaikum. ...

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".

"Tekan 1 untuk ’meminta’.
Tekan 2 untuk ’mengucap syukur’.
Tekan 3 untuk ’mengeluh’.
Tekan 4 untuk ’permintaan lainnya’."

Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.
Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti
ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2.. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan
tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan
mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin
setelah pukul 9 pagi."

Alhamdulillah. .... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap
saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena
bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini:24434
2:shalatSubuh
4:shalatZuhur
4:shalatAshar
3:shalatMaghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini
:28443483
2:shalatSubuh
8:ShalatDhuha
4:shalatZuhur
4:shalatAshar
3:shalatMaghrib
4:shalatIsya
8:ShalatLail(tahajjudataulainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur’anul Karim & Hadist Rasul"

Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas
dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin
mereka sedangmembutuhkanny a
Sabda Rasulullah S.A.W :
"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat
serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"

7KalimahALLAH:
1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut..
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak
disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima
musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam
sehingga tak terpisah dari lidahnya...

Dari tafsir Hanafi,
mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. ...
mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah
biasa..

Dikirim pada 03 April 2009 di Kumpulan Nasehat

Apakah saat ini anda sudah merasa sukses? Bahagiakah dengan kehidupan anda
saat ini? Sudah tercapaikah semua yang anda impikan?Kira- kira kehidupan
seperti apa yang ingin anda jalani? Bagaimana beranjak dari keadaan saat
ini menuju keadaan Anda yang lebih baik? Apa saja yang harus anda perbuat
untuk untuk memperbaiki kehidupan Anda sekarang?

Sejumlah pertanyaan ini menunggu untuk kita renungkan bersama.
Pertanyaan-pertanya an ini akan menjadi kunci dalam mengembangkan dan
memaknai kembali hidup kita. Cobalah kita renungkan dengan mendalam apa
saja yang sudah kita lewati dan terlewatkan oleh kita.

Sebenarnya apa yang kita harapkan di dunia ini? Apakah harta, kekuasaan
atau jabatan? Cobalah tanya pada hati kita masing-masing. Adakah dengan
harta hidup kita pasti tenang dan tentram? Sekiranya kita diberi jabatan
dan kekuasaan, apakah menjadi jaminan kita bisa hidup dengan tenang?

Sekiranya boleh memberikan benang merah, apakah itu harta, kekayaan,
kekuasaan jabatan semuanya tidak akan memberikan ketenangan hidup, kecuali
kita bisa merasakan manfaat dan bahagia atas itu semua.

Selama kita beraktifitas sepanjang hari, kita bertemu dengan beragam
tipikal manusia, ada orang kaya pemilik perusahaan-perusaha an besar,
profesional yang sangat rapi dan berdasi, namun tidak sedikit dari
saudara-saudara kita yang ternyata kurang beruntung secara finansial harus
menjadi pengemis, pengangguran, atau bahkan melakukan tindak kriminal.

Kita juga sering mendengarkan atau membaca kisah sukses yang mengagumkan
dari orang-orang seperti Bill Gates yang sukses dengan microsoftnya dan
begitu juga Colonel Sanders dengan KFCnya, Ray Kroc dengan McDonaldnya.

Sebenarnya apakah yang membedakan mereka mereka yang sukses dan kaya
dengan kita? Apakah mereka memang memilih untuk sukses atau memang sudah
dilahirkan dalam keadaan kaya dan sukses?

Sebelumnya, pernahkah terpikir bahwa rasul dan para sahabat Nabi dan imam
besar di waktu itu adalah orang yang sukses dan kaya raya. Pada usia yang
relatif muda, Muhammad SAW dengan berbekal 22 ekor unta muda sebagai mas
kawin pada saat meminang Khadijah untuk sebagai istrinya. Bayangkan betapa
suksesnya bisnis beliau di usia 25 tahun. Kesuksesan Muhammad SAW tidak
saja diakui dikalangan muslim saja, bahkan dunia mencatat keberhasilannya
di segala bidang. Sebuah paduan kesuksesan dalam hal intelektualitas,
religius dan militer secara bersamaan. Tidak ada seorang pun yang
meragukannya.

Professor Jules Masserman, berpendapat bahwa Pasteur dan Salk adalah
pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius pada
hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori
kedua dan ketiga (reliji dan militer-pen. ).Jesus dan Buddha mungkin hanya
pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah
Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori sekaligus.

Bahkan karena kesuksesannya tersebut Beliau dinobatkan sebagai Pemimpin
paling berpengaruh dalam sejarah kehidupan oleh Michael H Hart dalam
bukunya The 100: A Ranking of The Most Influential Person in History.

Michael Hart berkata :

"Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin
mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik
dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33).

Bahkan Seorang ahli sejarah Lamar tine, dalam Histori de la Turquie
menyatakan "Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun,
dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua
bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini
seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi
tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat
dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka
sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup
tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad SAW telah begitu tinggi
menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah
episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan
ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan
teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh
karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh
para penentangnya.

Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral,
administrator massa, sahabat setia,
teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang
penyayang - semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi
atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut - hanya
dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih."

Pernahkah kita berpikir untuk mengikuti jejak beliau? Menjadikannya sebagi
idola atau tokoh favorit untuk menjadi suri teladan kita dalam hidup ini?

Jika suatu saat anda harus mengungsi di suatu daerah yang sama sekali anda
tidak kenal, tanpa uang sepeserpun di tangan. Kemudian datanglah seorang
konglomerat lokal menawarkan separuh dari asetnya buat anda. Kira-kira
apakah akan anda terima sebagai wujud syukur atas rejeki dari Allah atau
akan ada tolak karena waktu datang pertama kali sudah bertekad bulat ingin
merintis usaha sendiri? Apakah kira-kira dengan cara begitu Anda akan
sukses?

Berabad-abad yang lalu kejadian ini pernah terjadi pada salah seorang
sahabat Nabi Muhammad SAW. Siapa yang tak kenal dengan Abdurrahman bin
Auf. Dikisahkan bahwa beliau adalah seorang entrepreneur sukses yang
memiliki kecakapan dan insting berbisnis yang luar biasa. Saking jagonya
dia berbisnis hingga dikatakan bahwa hartalah yang datang menghampiri
mereka. Hal ini seperti perkataan abdurrahman Bin Auf yang berbunyi :"Saya
tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak"

Beliau adalah tokoh populer sebagai sosok sahabat Rasulullah SAW yang
terkenal dengan kemandiriannya dalam berbisnis.

Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad
Bin Rabi’ Al Anshori, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Pada
saat itu Abdurrahman bin Auf sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Suatu
ketika Sa’d menawarkan hartanya akan dibagi dua, namun Abdurrahman
menolak. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Dan disanalah ia mulai
berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak berapa lama, dengan
kecakapannya berdagang ia telah mendapatkan kekayaannya kembali. Bahkan
hingga memiliki kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa perdagangan.
Selain Abdurrahman, dari kaum Muhajirin banyak juga yang telah melakukan
hal yang sama. Sebenarnya karena kepandaian orang-orang Mekah itu dalam
bidang perdagangan sampai ada orang yang mengatakan : dengan
perdagangannya itu ia dapat mengubah pasir sahara menjadi emas.

Kunci sukses Abdurrahman adalah selalu berada di empat tempat. Di masjid
untuk melakukan ibadah kepada Tuhan-Nya, di pasar untuk berbisnis,
kemudian di rumah bersama keluarganya dan di medan perang. Seusai perang
Badar, ia aktif kembali mengelola bisnisnya yang kian besar.

Sebenarnya apa yang membedakannya dengan kita? Apakah sukses itu dipilih
dan diraih ataukah beliau memang dilahirkan untuk sukses?

Contoh lain yang mungkin banyak kita tidak tahu adalah Konon Imam Abu
Hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang
entrepreneur yang sukses. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya
dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan

Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan
islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya
itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya
bahkan sampai keluar negeri dengan biaya penuh darinya.

Dan jangan ditanya, assetnya pada saat itu jika dikurskan dengan nilai
sekarang mencapai 1.7 trilliun.

Bagaimana beliau bisa sedemikian sukses? Apakah memang telah direncanakan
Tuhan dari saat beliau dilahirkan ataukah sukses merupakan jalan yang
dipilihnya? Sebenarnya apa yang membedakannya dengan kita? Apakah sukses
itu dipilih dan diraih ataukah beliau memang dilahirkan untuk sukses?

Dalam era kekinian, pernahkah anda mendengar nama Muhammad Yunus dengan
Grameen Bank? Beliau adalah pemenang Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya
yang tidak mengenal lelah mengentaskan kemiskinan di Bangladesh dengan
mendirikan Grameen Bank, bank khusus untuk dan milik orang miskin.

Beliau awalnya hanyalah seorang professor di Fakultas Ekonomi Chittagong,
yang sangat tersentuh hatinya tatkala melihat kenyataan hidup diluar.
ketika Bangladesh terkena bencana kelaparan. Ia sangat terkejut menemui
kenyataan bahwa keluarga miskin di sekitar kampusnya sebetulnya hanya
butuh bantuan uang sangat sedikit untuk dapat mengubah hidup mereka.
Ketika beliau memutuskan untuk membantu para ibu yang miskin tersebut
dengan meminjaminya uang untuk modal kerja. Tak kurang dari 42 orang
senasib berhasil dikumpulkan dengan jumlah pinjaman kurang dari US$27!
oleh Muhammad Yunus. "Ya, Tuhan! Ya Tuhan! Seluruh derita semua keluarga
itu hanya karena tidak ada uang dua puluh tujuh dollar!" serunya dalam
hati. Malamnya ia tidak bisa tidur karena merasa muak dengan dirinya
sendiri. Ia sangat shock menemui kenyataan betapa ia mengajarkan
teori-teori indah tentang ekonomi dan bicara tentang uang ratusan juta
dollar sementara di luar kampusnya ia menemui orang-orang yang begitu
miskinnya karena terjerat oleh rentenir. Beliau kemudian memutuskan untuk
mendirikan Grameen Bank, Bank for the Poor, untuk membantu para orang
miskin tersebut.

Tanpa rasa ketakutan bahwa orang miskin yang diberi pinjaman tersebut akan
mengemplang layaknya "bos-bos penggelap dana BLBI" grameen bank terus
berkembang hingga Pada tahun 2006 , tiga puluh tahun setelah menapakkan
langkah pertamanya di Jobra, Dhaka, Bangladesh, Grameen Bank telah menjadi
bank independen dengan 1.181 cabang yang bekerja di 42.127 desa dengan
staf sebanyak 11.777 orang. Grameen Bank kini telah melesat dan merambah
ke berbagai sektor. Kini ada Grameen Phone dan Grameen Telecom, jaringan
seluler nasional dengan 850.000 pelanggan dimana 24.000 adalah ponsel desa
yang dioperasikan oleh ‘ibu-ibu ponsel’. Padahal tahun 1997 di seluruh
Bangladesh, yang memiliki populasi sebear 120 juta, baru ada 97.000 SST
sehingga memiliki ponsel adalah kemewahan luar biasa saat itu.

Sebenarnya apakah yang membedakan mereka- mereka yang sukses dengan kita?
Apakah mereka memang memilih untuk sukses atau memang sudah dilahirkan
dalam keadaan kaya dan sukses?

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun apakah
kita semua menyadarinya dan dengan penuh kesadaran dan bertindak dengan
tepat?. Jika kita diciptakan dengan begitu sempurnanya, kenapa ada yang
sukses, ada yang gagal, ada yang miskin ada yang kaya dan ada pula yang
menyerah ditengah jalan.

Jadi sebenarnya apakah manusia diberi kebebasan memilih atau hanya
menjalankan peran yang diberikan? Adakah kemungkinan diberi kesempatan
mengubah peran tersebut di tengah jalan atau sekedar mengalir laksana air?

Mulailah bertanya pada diri sendiri ; Apakah kita merasa dipaksa oleh
seseorang atau sesuatu untuk memilih pekerjaan yang saat ini kita geluti ,
apakah kita memilih pasangan hidup yang kita inginkan? dan berbagai
pertanyaan serupa lainnya. Dari sini akan tampak jelas jawaban tentang
apakah kita memang benar-benar bebas memilih atau sudah ditentukan?.

Mari kita telaah kembali Firman Allah,

"Artinya : Maka barangsiapa menghendaki, maka dia mengambil jalan menuju
Rabb-Nya"[An-Naba : 39]

Dan firman Allah.

"Artinya : Sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki dunia dan
sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki akhirat"[Ali-Imran : 152]

Dan firman Allah.

"Artinya : Barangsiapa menghendaki akhirat dan menempuh jalan kepadanya
dan dia beriman, maka semua perbuatannya disyukuri (diterima)". [Al-Isra’: 19]

Dengan kita berkehendak dan menentukan pilihan, maka sebenarnya kita telah
ikut andil dalam proses perencanaan terhadap pencapaian pilihan tersebut
oleh kekuatan yang lebih besar.

Saat kita memilih dan berencana pada hakikatnya kita telah mengetuk salah
satu pintu dari banyak pintu yang tersedia. Dan hanya Allahlah pemilik
segala pintu, dan dengan kuasa-Nyalah pintu tersebut akan terbuka.

Kebetulan itu tidak ada di dunia ini, semuanya telah terencana dengan
sempurna, hanya saja apakah kita mampu menangkap pilihan yang tepat atau tidak.

Sesungguhnya segala perbuatan dan tindakan yang kita lakukan dengan akal
sehat

merupakan hasil dari kebebasan memilih

Mulai saat ini yakinlah bahwa semua yang membutuhkan peranan akal/pikiran
sehat adalah pilihan. Begitu juga dengan hidup, hidup seperti apa yang
ingin kita ciptakan merupakan pilihan kita masing-masing. Tantangan
terbesar bagi kita adalah bagaimana memilih peran, tujuan yang tepat
dengan segala apa yang kita punya.

Jangan pernah lupa bahwa kita diberikan modal paling lengkap dibanding
makhluk lainnya.Bayangkanla h seekor cacing dalam mengarungi hidup, tanpa
tangan dan kaki dia tetap sanggup bertahan hidup. Tidak pernah kita
mendengar ada cacing yang "menyerah" kepada kehidupan. Bahkan saat cacing
kita tangkap untuk umpan memancing ikan, sampai titik darah penghabisan
dia berusaha melarikan diri dan bertahan hidup.

Atau belajarlah dari induk burung. Dengan segala susah payah dia mencari
makanan untuk anak-anaknya dalam sangkar. Jikapun dia belum mendapatkan
makanan, dengan perut keroncongan dia tetap bersemangat berusaha mencari
makanan untuk kelangsungan hidup anak-anaknya. Tidak pernah kita dengar
sebuah burung "bunuh diri" dengan menjatuhkan diri ke tebing yang curam.
Bayangkan.

Jika kita berpikir kita bisa, maka kita telah memilih untuk bisa
mengerjakannya. Pada saat kita merencanakan sesuatu maka sebenarnya kita
telah mengambil keputusan untuk berhasil meraihnya. Disaat kita
menginginkan sesuatu sebenarnya kita telah memilihnya untuk kita miliki.

Sadarilah mulai saat ini, sukses adalah pilihan dan hak setiap orang.
Bahkan sukses adalah default setting atas penciptaan kita. Saya, Anda,
atau siapa pun dia memiliki hak yang sama untuk meraih kesuksesan.

Bahkan setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama. Setiap
orang tanpa terkecuali diberi waktu 24 jam dalam sehari untuk mewujudkan
segala cita-cita dan harapannya. Selain waktu, Tuhan juga memberi bekal
yang sangat komplit untuk meraih kesuksesan, kita diberi akal pikiran
dimana dengannya kita berpikir dan menganalisa masalah serta belajar dari
setiap kejadian.

Kita dibekali oleh hati dan perasaan untuk membedakan mana yang benar dan
salah, kita diberkati dengan keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan
serta tentunya ridla dari penguasa alam semesta Allah SWT.

Jika sudah demikian adanya, kenapa kita takut gagal. Kita seharusnya
sukses dengan modal selengkap itu melebihi kesuksesan makhluk yang lain.

Sukses tidak hanya tercapainya suatu target, lebih dari perkembangan
menuju tingkat yang lebih baik dari hari sebelumnya. Anda pun bisa menjadi
lebih sukses, lebih sejahtera, dan lebih bahagia karenanya.

Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di
dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas. (Imam Ali bin Abi Thalib)
(Diambil dari buku MUHAMMAD’s HIDDEN TREASURE - 8 Rahasia Menuju Sukses
Tanpa Batas)

Dikirim pada 01 April 2009 di Kumpulan Nasehat
18 Mar


Dinginnya malam yg di dukung hembusan angin,,,,
Tidak memberhentikan langkahku untuk beranjak dr tempat tidurku
Aku tetap terbangun di 1/3 malamMu,,,
Dan melupakan semua yg telah terjadi,,,,,,,,,
Ku buka tirai jendelaku,,,,
Dan mencoba menatap keluar,,,,,,
Ku ingat Engkau saat malam begitu gelap gulita,,,
Dan wajah zaman berlumuran debu hitam,,,
Ku teruskan kakiku melangkah,,,utk mensucikan badanku dan menyempurnakan wudhuku,,,
Disetiap sujudku,,,,,,,,,,aku mencoba merenungi smua,,,,,,
Ya Nur,,,,ku memohon setitik cahayaMu,,,,,,
Untuk terangi jiwaku,,,,,
Aku sebut namaMu dengen lantang di saat fajar menjelang,,,
Dan fajarpun merekah seraya menyebar senyuman indah,,,
Subhanallah,,,,,,,Maha Suci Engkau Ya Rabb,,,,,,,
Alhamdulillah,,,segala pujian hanya pdMu,,,
Syukurku atas segala nikmatMu,,,,
Atas ketenangan hatiku dalam menyambut hari ini,,,,,,,,
Dan melupakan semua kejadian di masa lalu,,,,
Ya Rabbku,,,tak ada Kuasa dan kehendak selain dariMu,,,
Disetiap ucapku,do’a ku yg tulus,,rintihan yg jujur,,,air mata yg menetes penuh keikhlasa,,,,dan semua keluhan yg menggundahgulanakan hatiku,,,hanya pantas ku tujukan atas hadiratMu,,,,
Setiap dini hari menjelang,,,ku tengadahkan ke-2 telapak tanganku,,,ku julurkan lengan penuh harap,,,ku arahkan terus tatapan mataku ke arahMu,,,untuk memohon pertolongan,,,,,,
Ketika lidah bergerak,,, tak lain hanya untuk menyebut,,, mengingat,,,dan berdzikir dengan namaMu,,,,
Subhanallah,,,,,hatiku tenang,, jiwaku damai,,,syarafku tak lagi menegang,,,dan keyakinanku semakin kokoh atas qadha & qadarMu,,,,
Semuanya telah Engkau tetapkan,,,,,,sebelum aku ada di dunia ini,,,,,,,
Syukran Ya Rabb,,,,,,,,atas segala nikmatMu,,,,,,,,,,,,,,

Dikirim pada 18 Maret 2009 di Sok Puitis



Ya Rabb,,,,

Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…

Tapi Rabbii,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku
Dengan segala kelemahanku
Ilahi Rabbi,,,,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku
Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.
Ilaahi,,,aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah,,, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim,,,
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.


Dikirim pada 17 Maret 2009 di Sok Puitis


Seberat apapun beban hidup qta hari nie,,,
Sekuat apapun godaan yg haruz qta hadapi,,,
Sekokoh apapun cobaan yg hrz qta jalani,,,
Sebesar apapun kegagalan yg pernah qta rasakan,,,
Sejenuh apapun hari2 yg tlh qta lalui,,,,
Jangan pernah berhenti b’harap pertolongan Illahi,,,
Jangan pernah b’henti b’doa pd Rabbi,,
Karna harapan adalah masa depan,,karena harapan adalah sumber kekuatan,,,
Karena doa adalah pintu kebaikan,,,karena doa adalah senjata org b’iman,,,
Qta mungkin merasakan betapa tdk b’artiny hidup nie,,,jenuh,,,N membosankan,,qta seperti manusia yg ga da gunany lg hidup d dunia,,,hari2 yg qta lalui,,,,hampa tiada arti.Kegagalan qta temui sana-sini.Cobaan N rintangan,,,qta hadapi tiada henti.Beban hidup terasa sgt berat menjerat.Bagi mereka yg tdk punya man,,mengakhiri hidup yg indah ini,,,sering X menjadi pilihan,,,,,
Hidup nie hanya s’x,,,terlalu indah utk qta bwt sia2,,,karna memang 4JJI menciptakan makhlukNya tidak utk sia2!!! Betapa bahagianya hidup nie,,,bila qta jalani dgn penuh semangat dan optimisme yg tinggi.Betapa indahny hidup nie,,,bila hari2 qta jalani dgn senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. Betapa sejukny bila qta sabar menghadapi stiap masalah,kemudian qta b’usaha memecahkanny dan mengambil ibroh dr stiap kejadian.
Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pd tubuhny bl tidak tepat menempatkan diri,,,bl ia berletak d tanah basah,,,swatu saat ia akan berkarat,tdk memiliki guna,,terinjak,,bahkan mungkin swatu saat akan terkubur brsama karat yg menyelimutinya!1 Tapi bl qta bs menempatkannya di tempat yg tepat,,,qta tancapkan pd sebuah dinding,,,walopun ia berkarat,,paku tu berguna bagi manusia.Sebagai penyangga,tempat gantungan,atau sebagai penyatu berbagai benda.
Begitu pula kehidupan manusia,,,bila qta tdk tepat menempatkan diri,,,tdk sadar siapa diri qta,,tidak tahu utk apa qta hidup d dunia,,qta hanyalah seonggok jasad hidup yg terlunta-lunta. Bila qta tdk memanfaatkan potensi yg ada,,,selalu memandang negatif setiap peristiwa,,,membiarkan diri berlumur dosa,,bahkan tdk tahu dgn Sang Pencipta,,,qta adalah makhluk hidup yg tdk berguna.Kemudian,,,,hidup nie,,,pun akan terasa berat utk d lalui.
Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan org2 beriman,,,kembalilah kpda 4JJI,,, bila qta menghadapinya agar qta tenang. Lihat,,,apakah qta sudah tepat menempatkan diri???? Jgn menjadi paku yg terletak d tanah basah. Tpi jadilah paku yg dapat menyangga kehidupan manusi. Walaupun kecil,,,tanpa paku tu,,,sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri..

Dikirim pada 17 Maret 2009 di Kumpulan Nasehat


Lelahku
Namun aku harus melangkah
Pedihku
Tapi aku harus tersenyum

Beratku selalu menghampiri
Namun yakinku ringanku kan mendatangi

Dia ada untukku
Tak pernah Ia mengeluh dengar semua keluhku
Dalam caraNya Ia buatku tersenyum bahagia
Menyokongku dalam hari - hariku

Dalam nikmatNya kala aku menjauh
Tapi Ia ingatkanku
Dalam pengingatNya ku resapi
Ku sentuh sayangNya
Linangan pedih dan perih ku pasrahkan

Kusongsong kebahagiaan dalam hidup bersamaNya
Kuingin Dia teratas dalam relungku
Kusematkan dalam diri
Semoga kuyakinku
Dalam mata untukNya

Dikirim pada 12 Maret 2009 di Sok Puitis


Hidup ini sekejap, tetapi beresiko. Jangan karena mencari kenikmatan sesaat, tetapi hidup menderita berkepanjangan. Hidup ini bukan untuk hidup, tetapi untuk yang Maha Hidup ( Allah SWT ). Hidup bukan untuk mati, tetapi justru mati itulah untuk hidup. Oleh karena itu jangan takut mati. Jangan lupa mati. Jangan cari mati, tetapi rindukanlah mati. Karena mati pintu berjumpa denganNYA.
“Kasih sayang dan pengorbanan orang tua, tak kan bisa dinilai dengan apa pun.Dengan menyelami arti pengorbanan ibu, kita akan menemukan dan memahami nilai kasih sayang sejati"
Dua puluh lima tahun telah Qlewati,,,
Mungkin cukup sarat dengan ribuan kisah terpatri
Namun Ya Rabb,,,semoga lebih berarti lagi,,
Jalan panjang yang ‘kan Qtapaki
Masih terhampar sejuta impian masa depan
Niscaya ingin semua Qwujudkan,,,
Maka semoga banyak yang kan kesampaian
Segenap anganku menjadi kenyataan
HAPPY MILAD MY SELF,,,
Semoga selalu dalam rahmat kasih sayang-Nya
Sampai kapan jua
Di manapun Qberada,,,
Amin Ya Rabb,,,,,,,,:)

Dikirim pada 07 Maret 2009 di Sok Puitis


Disaat aku butuh bertemu denganMu,,,
Disaat aku butuh jawaban dariMu,,,
Tiba2 tamu itu hadir,,,
Ya hadir pada saat aku berusaha mendapatkan jawaban dariMu
Jawaban atas semua yang aku tanyakan,,
Aku rindu padaMu,,,
Aku ingin melakukan semua itu pada setiap sujudku,,
Tapi,,,tamu itu memberhentikan untuk sesaat
Semoga setelah kepergian tamu itu
Tidak ada rasa futur dalam hatiku untuk selalu mendekatkan diriku padaMu
Semoga setelah kepergian tamu itu,,
Aku tetap istiqomah,,,dengan semua yang aku lakukan sebelum kedatangan tamu itu,,,
Semoga,,,,,,,,semua akan aku peroleh jawaban dariMu,,,

Dikirim pada 02 Maret 2009 di Sok Puitis


Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkanpersamaan.
Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.
Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.
Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.
Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Rabbmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.
Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.
Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.

Dikirim pada 26 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya
Nasehat ini untuk semuanya ..........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.....
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan..... Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu".....
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu".....
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.....
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu....

Didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....
Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...... jangan..........

Jika engkau menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....

Dikirim pada 26 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Tanda-tanda Lemah Iman
Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur’an
Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
Meninggalkan sunnah
Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur’an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari’ah
Menginginkan jabatan dan kekayaan
Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri
Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:
Tilawah Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan
senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang
hari itu.
Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan
perbuatan buruk.
Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.

Dikirim pada 26 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat
26 Feb


Aku berlari...
Ya berlari..
Kutatap jauh kedepan...
Tak ku hiraukan yang diibelakang...

Apa yang sedang ku kejar...
Kenapa begitu bersemangat...
Berlari N terus berlari...
Menanti sampainya di garis finish....

Berlariku....
Bukan hanya tuk raih mimpi...
Berlariku....
Bukan karena mengejar harta...

Berlariku....
Untuk mendapatkan mahkota kehidupan...
Untuk melakukan kehendak Sang Rabbi,,,
Sampai garis akhir....

Hidup ini perjuangan...
Hidup ini Perlombaan...
Hidup ini harus ada tujuan...
Karena itu aku Berlari N terus berlari....

Dikirim pada 26 Februari 2009 di Sok Puitis



Adam.....
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heranlah jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu, senantiasa akan tergelincir dari landasan, karena aku buruan syaitan.

Adam... Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu di akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya. Jika bilangan kaummu melebihi kaumku niscaya merahlah dunia karena darah manusia, kacau-balaulah suasana, Adam sama Adam bermusuhan karena Hawa.

Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehingga pada zaman cucu-cicitnya. Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.

Adam... Bukan karena banyaknya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan karena sedikitnya bilanganmu yang memusingkan aku. Tapi... aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu sudah
tahu bahwa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Namun... terasa berat pula untukku meyatakan isi perkara.

Adam... Aku tahu bahwa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah untuk mendidik aku, kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhatikan dan mengawasi aku agar senantiasa didalam ridha Allah.

Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai mendurhakaimu. Ramai yang telah menyimpang dari jalan yang ditetapkan. Asalnya Allah menghendaki aku tinggal tetap dirumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-bandar bukan tempatku. Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh tubuhku mesti ditutup dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Tapi.. realitanya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya. Adam... Mengapa kau biarkan aku begini? Aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tapi sekarang diwaktu yang sama, aku maju menguruskan hal negara, aku ke hutan memikul senjata. Padahal, kau duduk saja. Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja. Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu? Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku?

Adam... Marahkah kau jika kukatakan andainya Hawa tergelincir, maka Adam yang patut tanggung! Kenapa..? Mengapa begitu ADAM ?? Ya! Ramai orang berkata jika anak jahat ibu-bapak tak pandai mendidik, jika murid bodoh, guru yang tidak pandai mengajar! Adam kau selalu berkata, Hawa memang keras, tak mau dengar kata, tak mudah diberi nasihat, kepala batu, pada hematku yang dhaif ini Adam, seharusnya kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Adakah Adam melayani Hawa sama seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?

Adam... Kau sebenarnya imam dan aku adalah makmummu, aku adalah pengikut-pengikutmu karena kau adalah ketua. Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu. Aku...akalku satu nafsuku beribu! Dari itu Adam....pimpinlah tanganku, karena aku sering lupa, lalai dan alpa, sering aku tergelincir didorong oleh nafsu2ku. Bimbinglah aku untuk menyelami kalimat Allah, perdengarkanlah aku kalimat syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.

Adam... Andainya kau masih lalai dan alpa dengan ulahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah.
Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu...

Dikirim pada 25 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
Sebelum khatam Al Qur’an,
Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
Sebelum para muslim meridloi kamu,
Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh….
“Bertanya Aisyah :
“Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”

Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan
memberi syafaat di hari kiamat.
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.
Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”

Dikirim pada 23 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan be BeTe an seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan.
Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!
Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.
Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.
***
Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.
Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.
Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.
Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.
Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.
Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah.
Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!

Dikirim pada 23 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat
23 Feb


Rabb ku,,,,,,,,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas Rabb ku ,,,,,,,,,
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU Rabb ku,,,,,,baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini
Hati yang telah terkotori oleh noda ini ,,memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???
Rabbi,,Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku.
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya
Mungkin tanpa kami sadari , kami pernah melanggar aturanMU
Melanggar aturtan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Engkau percayakan kepada kami,,,,Ampunilah kami
Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU
Rabb ku,,.Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau,,,,,,.dalam maksiat kepadaMU ,,,,Ya Rabbi,,,, Tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!

Dikirim pada 23 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat
23 Feb


Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan
kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena
tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang
terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan
tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan
terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku
tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk
apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.

Dikirim pada 23 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat
23 Feb


Sudah cukup semua ungkapan dalam tulisanmu,,,
Lupakan dia,,,,
Hentikan anganmu untuk mendapatkannya,,,,,

Berhenti!!!
Berhentilah berharap,,
Karena dia telah berdiam,,,,

Tak seharusnya kau terus berharap dan berangan untuk sesuatu yang sangat jelas tak menghiraukanmu,,,
Tak seharusnya kau terus mengingatnya,,,

Karena dia tak pantas untuk kau harap,,,
Dia tak pantas untuk kau ingat,,,
Haraplah semuanya pd Rabbmu,,,ukhti,,,

Forget him!!! Forget him!!!
Sudah cukup ungkapanmu tentangnya kau curahkan dalam tulisan ini,,,
Jadikan sabar dan ikhlas sebagai pakaianmu dalam menjalani kehidupan ini,,
Ukhti,,, kau wanita yang tegar,,,,,itu sudah kau buktikan dalam menghadapi smua yg datang dalam hidupmu ini,,,,

Pasrahkan semuanya pd Rabbmu,,,,,,,
Karna Dia Maha Mengetahui yg terbaik untukmu,,,,
Keep Istiqomah N keep Smiling honey,,,,,,
Rabbmu telah menyiapkan seorang yg terbaik menurutNya untukmu,,,,,
Dan segala jalan hidupmu,,,,,,,,sebelum kamu di lahirkan di dunia ini,,,,,
So,,,,,,pasrahkan segalanya pd Rabbmu,,,,,
Yakinlah pd kekuasaanNya,,,,,,akan Qadha dan QadarNya,,,,,,,,
Dan tunggulah jawaban yg terindah dariNya bila waktunya tiba,,,,,,,

Ya Allah Ya Rabb ku,,,,,,
aku tak bisa menyegerakan apa2 yg telah Engkau tunda
dan aku jg tak bisa menunda apa2 yg telah Engkau segerakan,,,,
Engkau Maha Pembolak-balik hati hamba2Mu,,,,,,,,
Pasrah ku akan segala takdirMu Ya Rabb,,,,,,,,,


Dikirim pada 23 Februari 2009 di Sok Puitis


Ya Rabb,,,,
Izinkan aq menjadi sekuntum bunga,
Yg dihiasi dgn kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya karna iman N taqwa,
Namun keindahan zahirnya Q simpan rapi,
Biar m’jadi rahsia yg kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi puncak fitnah hati,
Illahi Rabbi,,,,,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,
Dibalik kekurangan yg tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Karna setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,
Izinkan aq menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata utk yang bernama suami,,,

Dikirim pada 16 Februari 2009 di Sok Puitis



Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang
Ku ungkap getar ini dalam ragu yang tertahan,,,,
Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang,,,
Aq bersama semua baktiku yang tertunda
Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna
Bila tidak juga kau ada,,,
Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana
Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu,,,
Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu,,,
Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana
Ketahuilah,,,
Bahwa aku wanita asing bagimu,,,
Nanti terangkanlah apa2 yang tidak kumengerti darimu
Terangkanlah apa2 yang tidak tersukai darimu
Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu,,,
Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu…
Ketahuilah bahwa aq selalu menunggumu..
Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..
Menjadi rumah yang lapang untukmu…
Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu…
Menjadi penyejuk hatimu…
Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku…
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku
Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu…
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Menyemarakan dakwah dengan para Jundi - jundi Allah…
Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu…
Bersama menggapai perjuangan ini…
Yang karenamu Allah semakin sayang padaku,,,


Dikirim pada 16 Februari 2009 di Sok Puitis


Dua tahun telah terlewati N kini memasuki tahun k-3,,
Tak terasa engkau pergi...
Terasa terkadang hampa membekap di diri
Rasa ini tak kan kupungkiri lagi...
Pabila sendiri sunyi,,,,,kuteteskan air mataku,,,,,

Ibu,,,,,jasadmu memang t`lah bersatu dengan bumi
Tapi jiwamu masih hidup dalam sanubariku,,,,
Walau kadang samar menjelang,,, tapi raut wajahmu
Selalu membayang dikalbu anakmu ini,,,,,
Ibu,,,,,sekarang aku t`lah b’tambah dewasa,,,walau tak kau saksikan itu
Ibu,,, terkadang sesal menyesak didadaku,,,,
Saat akhir hayatmu,,,, aku belum berikan kebanggaan padamu
Aku terlalu sibuk ,,,Bu,,,,sibuk dengan ke-aku-an ku
Maafkan aku Bu,,,maafkan anakmu ini,,,,

Ibu,,,,ku tersadar saat kau t`lah jauh pergi
Saat denyut nadimu yang terakhir terasa bergetar di genggam tanganku
Bu,,,,,saat itu ku berharap satu hal,,, engkau hanya pura2 saja
Tak benar2 tinggalkanku,,,, tak benar2 berpisah denganmu
Tapi itu hanya mimpi siang bolong... untuk otak se bodoh aku
aku sadar Bu,,,,,tiada yang abadi di dunia ini
tapi,,,, aku ingin selalu dalam peluk kasihmu,,,,
Dan aku sangat membutuhkan dirimu,,,,tuk selalu sandarkan hatiku selain pd Rabb ku,,,
Ibu... semoga sekarang dapat kau saksikan anakmu ini,,,
Kini t`lah belajar banyak untuk menjaring umur yang semakin berkurang,,,
Semua itu atas didikan darimu Ibu,,,,,

Ibu,,,,jangan risaukan aku ya Bu...
Anakmu ini sekarang ingin membahagiakan dirimu
Dengan apa saja yang bisa diraihnya...
Semata,,,,sebagai persembahan yang tertunda,,,,bagimu,,walaupun hanya melalui do’a
Semoga Engkau slalu bahagia di sisiNya,,,,,,,,,,,,

Dikirim pada 13 Februari 2009 di Sok Puitis
13 Feb


Bukannya diamku marah
Bukannya diamku mungkir
Bukannya diamku mampet
Bukan pula malas,,,,
atau mutung,,,

Hanya,,,,
ada yang harus dijaga.
dalam hening waktu bicara
dalam ukiran harap mengangkasa
dalam jenak meniti do`a
Aku masih disini,,,terpaku menatap raga
Mencoba menata kembali hatiku,,,
Agar rasaku kepadamu tak melebihi kecintaanku pada Rabbku
Bila perlu,,,,,rasaku padamu membangkitkan semangatku
Untuk semakin dekat dengan Rabbku,,,,
Aku mencoba merenungi kembali tentang perasaanku
yang sampai sekarang aku tak kuasa untuk menyampaikan padamu,,,
Bukannya aku tak berani,,,
Bukan pula aku munafik ataupun tak mau jujur padamu,,,
Tapi,,,,,aku hanya mencoba menyimpan perasaan ini
Sampai kelak waktunya tiba,,,,,,
Dan,,,,Aku Diam,,,
Terpejam,,,agar lilin itu tetap nyala terjaga
bagai janji setia padaNya,,,,

Dikirim pada 13 Februari 2009 di Sok Puitis


Duhai makhluk ciptaan Rabbku,,,
Aku tak ada siapapun kecuali Allah di hatiku
Aku ingin menjadi yang halal bagimu
Yang dapat dengan sepenuh hati menerima kecupan darimu utk keningku
Sehingga tak ada lagi resah yang menyelimuti qolbu
Untuk redamkan tiap riak-riak harapan itu
Bukan semata untukku
Tapi juga untuk-Nya,,,,,
Karena ku malu saat merindu-Nya
Aku juga merindumu
Ku berdoa mengharap kepada-Nya
Ternyata juga karena ku mengharapkanmu,,,
Jika perasaanku ini salah,,,
Aku memohon padaNya untuk mengampuni atas rasaku ini,,,
Jika jodoh bukan milikku,,,,,Ketidaksanggupanku saat ini menyisakan sebuah kepasrahan
Ku kan kembali kepada Ar-Rahmaan
Harapan menjadi harapan,,,
Dan biarlah menjadi rahasia tak terungkap sepanjang zaman
Jika Sang Rabbi meridhoi engkau untukku,,,
Maka biarlah Dia yang mengantarkanmu padaku,,,
Di saat yang tepat
Dengan proses yang cepat
Namun sungguh pun bila kita tak bertemu
Maka biarkan menjadi kisah yang indah dalam hatiku,,



Dikirim pada 13 Februari 2009 di Sok Puitis


Kuawali dengan bismillah,,,,,
Rasa syukur kepada Maha Penguasa
Yang menghadirkan cinta
Yang jauh dari nafsu semata,,,
Demi nama Rabb yang menggengam nyawaku
Lisanmu yang diam dan sedikit bicara
Dan dibingkai indah sikap yang sederhana
Yang ditetapkan Allah hadir di dirimu
Wahai Rabb ku,,,,,,
Lindungilah dia dengan keperkasaan-Mu
Semoga dirinya selalu ada dalam rahmat-Mu
Berikan aku sebuah cahaya apa dia baik untukku
Jika takdirMu menjadikan ia sebagai jodohku
Berikan aku kekuatan untuk membahagiakannya Jika memang dia bukan jodohku,,,,,
Berikan ia seorang kekasih yang bisa membahagiakannya,,,
Wahai Akhi,,,,
Dengan kebesaran Allah,,,,,
Aku menyampaikan pesan dihati
Ana uhibbuka fillah,,,,
Jika hati kecilmu berkata iya
Maka ku tunggu engkau sampai dirimu siap
Mempersuntingku,,,,
Jikalau tidak yang dikatakan hatimu
Biarkan aku membawa perasaanku
Kedalam jalan keridhoanNya
Aku tahu akan salah jika aku menyampaikan ini
Tapi perasaan yang kupendam padamu
Menggugah jari-jariku menuliskan ungkapan hati
Sepucuk surat untuk Akhi,,,,
Kuakhiri dengan syukur padaNya
Kelegaan hati yang kini kurasa
Setelah menyampaikan semuanya
Meski tak langsung mengatakannya padamu
Aku mencintaimu,,,,ku tunggu engkau
Sampai Sang Rabbi memberikan jawabanNya untuk kita,,,

Dikirim pada 13 Februari 2009 di Sok Puitis


Ya Allah Tuhanku yang penuh kasih
Engkau memberi akupun menerima
Dengan seutas senyuman, penuh syukur kuhaturkan
Dari amanah yang telah Engkau suguhkan

Menapaki jalan penuh kasih
Sirami biji yang tertanam
Terkadang lembut membelai
Muka garangpun tak jarang di gunakan

Menapaki jalan penuh cinta
Menjaganya dari buruknya dunia
Tunjukan arah pada Sang Mulia

Hingga dia tumbuh mekar dan harum
Tebarkan wangi di seluruh penjuruh
Daunnya lembut melambai
Kala angin hinggap membelai

Betapa Indah yang Engkau berikan Ya Rabb,,,
Betapa nikmat amanah yang Engkau suguhkan
Hingga habis masanya Engkaupun memetiknya
Manis, tiada masam nikmat yang terasa,,
Dengan seutas senyuman, penuh syukur kuhaturkan
Alhamdulillah,,,,,,,,,,

Tiada pernah ada langkah tanpaMu
Tiada pernah ada Amal melainkan karnaMu

Bibir berucap hati berdesir
Meriang sekujur tubuh mengalir dalam urat nadi
AsmaMu dan keAgunganMu Illahi Rabbi,,,

Tersungkur diri dalam nikmatnya sujud dihadapanMu
Terkulai lemas jasad yang menahan Rindu
Lidah menari Agungkan AsmaMu
Hati iringi lantuan melodi CintaMu

Butiran air berjatuhan dari linangan mata
Iringi rasa syukur yang ada dan terbata
Atas nikmatMu, RahmatMu, KasihMu
CintaMu dan KerinduanMu,,,

Alhamdulillah,,,,,Terimaksih,,,,,duhai kekasih Illahi Rabbi

Tersenyum ` dalam bahagia adalah nikmat
`Tersenyum` dalam kesedihan adalah rahmat
Lalu apa kala kita
`Tersenyum` dalam tangis dari rasa syukur akan `iman`

Menangis belum tentu sedih
Menangis belum tentu sakit
Menangis belum tentu gundah

Dan sebaik-baik tangisan adalah menangis dari rasa bahagia karna bersyukur atas segala karunia nikmatNya

Dan ternyata bersyukur itu lebih baik dari apa yang kita syukuri
Karena tak jarang kita mendapat nikmat tapi lupa akan syukur kita pada sang pemberi nikmat

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mau bersyukur
Amien,,,.


Dikirim pada 11 Februari 2009 di Sok Puitis
11 Feb


Tertatih kakiku melangkah
Kucoba bertahan dan berjalan
Namun akhirnya aku lalai
Terperosok dan jatuh terpeleset

Berdiri kucoba lagi
Di atas kaki yang masih perih
Kucoba ayunkan
Akankah ada kekuatan

Ya Rabb,,,,,
Yang menggenggam jiwaku
Yang kuasa atas diriku
Yang menuntun jalanku

Terangilah jalan-jalanMu padaku,,,
Gelapkan jalan-jalan dari musuh-musuhMu
Jangan biarkan aku terseret ke jalan yang hina
Namun biarkan aku menapaki jalanMu
Walaupun itu penuh dengan peluh

Ya Rabb,,,,,Aku merindukanMu,,,,
Jangan biarkan aku jauh dariMu,,,,

Tidak!!!!
Aku tidak bermaksud untuk membangkang
Akupun tidak bermaksud menghianatiMu
Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanMu

Semua itu terjadi karena kebodohan dan kelemahanku Aku tak mampu menjaga diriku sendiri
Maafkan aku,,,,

Aku mencintaiMu
Dan tak ingin menghianatiMu
tapi aku lemah dan tak berdaya ,,,
Hanya Engkau yang bisa menjaga dan melindungi dari keburukan, kelemahan dan kebodohanku

Ku mohon,,,,
Selamatkan aku,,,,
Jaga aku,,,,
Lindungi aku,,,
dari apapun yang bisa menjauhkan diriku dariMu
please,,,

Menggayuh alunan tanpa melodi

Wahai kekasih hati
Jauh dariMu adalah siksa terpedih
MeninggalkanMu adalah kebodohan dan kehancuran diri

Jangan dan jangan tinggalkan aku
Yang merindu dan selalu menanti
Mengharap tiada bertepi,,,
BersamaMu yang kekal abadi,,,


Dikirim pada 11 Februari 2009 di Sok Puitis


Rosulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.”
1. Hati yang Sehat
Yaitu hati yang selamat, hati yang bertauhid (mengesakan Alloh dalam setiap peribadatannya), di mana seseorang tidak akan selamat di hari akhirat nanti kecuali ia datang dengan membawa hati ini. firman Allah:
“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Alloh dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan kotoran-kotorannya).” (QS. Asy Syu’ara: 88,89)
Hati ini menjadikan syariat sebagai panutan dalam setiap perkataan dan perbuatannya.
2. Hati yang Mati
Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Robbnya, ia tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya, ia tidak menghadirkan setiap perbuatannya berdasarkan sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya. Hati ini senantiasa berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan dunia walaupun di dalamnya ada murka Alloh, akan tetapi hati ini tidak memperdulikan hal-hal tersebut, baginya yang terpenting adalah bagaimana ia bisa melimpahkan hawa nafsunya. Ia menghamba kepada selain Alloh, jika ia mencinta maka mencinta karena hawa nafsu, jika ia membenci maka ia membenci karena hawa nafsu.
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Alloh mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jaatsiyah: 23)
3. Hati yang Sakit
Hati ini adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Hati ini akan mengikuti unsur kuat yang mempengaruhinya, terkadang hati ini cenderung kepada “kehidupan” dan terkadang cenderung kepada “penyakit”. Pada hati ini ada kecintaan kepada Alloh, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Akan tetapi pada hati ini juga terdapat kecintaan kepada syahwat, ketamakan, hawa nafsu, dengki, kesombongan dan sikap bangga diri.
Ia ada di antara dua penyeru, penyeru kepada Alloh, Rosul dan hari akhir dan penyeru kepada kehidupan duniawi. Seruan yang akan disambutnya adalah seruan yang paling dekat dan paling akrab kepadanya.
Pemilik hati ini akan senantiasa berubah-ubah, terkadang ia berada dalam ketaatan dan kebaikan, terkadang ia berada dalam maksiat dan dosa. Amalannya senantiasa berubah sesuai dengan lingkungannya, jika lingkungannya baik maka ia berubah menjadi baik adapun jika lingkungannya buruk maka ia akan terseret pula kepada keburukan.
Demikianlah, hati yang pertama adalah hati yang hidup, khusyu’, tawadhu’, lembut dan selalu berjaga. Hati yang kedua adalah hati yang gersang dan mati. Hati yang ketiga adalah hati yang sakit, kadang-kadang dekat kepada keselamatan dan kadang-kadang dekat kepada kebinasaan.
So,,,termasuk golongan manakah hati q-ta????
Wahai Zat yang membolak-bolakkan hati, teguhkanlah hati kami diatas agamaMu, Wahai Zat yang membolak-balikkan hati tuntunlah hati kami teguh di atas ketaatan kepada-Mu,,,(Amin Ya Allah,,,,,)

Dikirim pada 10 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Bagaimanakah ciri-ciri orang yang bakal masuk Surga atau masuk Neraka? Salah satunya digambarkan Allah lewat idiom cahaya. Orang-orang yang beriman dan banyak amal salehnya, kata Allah, akan memancarkan cahaya di wajahnya. Sebaliknya, orang-orang yang kafir dan banyak dosanya akan `memancarkan` kegelapan. Hal itu dikemukakan olehNya di ayat-ayat berikut ini
QS Al Hadiid (57) : 12
"Pada hari dimana kalian melihat orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya."
QS. Yunus (10) : 27
“… seakan-akan wajah mereka ditutupi oleh kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, mereka itulah penghuni Neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Kenapakah orang-orang yang beriman dan banyak pahalanya memancarkan cahaya, sedangkan yang banyak dosa `memancarkan` kegelapan alias kehilangan cahaya?
Ini memang rahasia yang sangat menarik. Allah sangat sering menggunakan istilah cahaya di dalam Al Qur’an. Dia mengatakan bahwa Allah adalah cahaya langit dan Bumi (QS. 24:35). Firman firmanNya juga berupa cahaya (Qur’an QS. 4:174; Taurat QS. 5:44; Injil QS. 5:46). Malaikat sebagai hamba-hamba utusanNya juga terbuat dari badan cahaya. Dan pahala adalah juga cahaya (QS.. 57:19). Karena itu orang-orang yang banyak pahalanya memancarkan cahaya di wajahnya (QS. 57:12).
Kunci pemahamannya adalah di Al Qur’an Surat An Nuur: 35. Di ayat itu Allah membuat perumpamaan bahwa DzaNya bagaikan sebuah pelita besar yang menerangi alam semesta. Pelita itu berada di dalam sebuah lubang yang tidak tembus. Tetap di salah satu bagian yang terbuka, ditutupi oleh tabir kaca
Dari tabir kaca itulah memancar cahaya ke seluruh penjuru dunia, bagaikan sebuah mutiara. Pelita itu dinyalakan dengan menggunakan minyak Zaitun yang banyak berkahnya, yang sinarnya memancar dengan sendirinya tanpa disentuh api. Cahaya yang dipancarkan pelita itu berlapis-lapis, mulai dari yang paling rendah frekuensinya sampai yang tertinggi menuju cahaya Allah.
Ayat tersebut memberikan perumpamaan yang sangat misterius tetapi sangat menarik. Dia mengatakan bahwa hubungan antara Allah dengan makhlukNya adalah seperti hubungan antara Pelita (sumber cahaya) dengan cahayanya. Artinya makhluk Allah ini sebenarnya semu saja. Yang sesungguhnya ADA adalah DIA. Kita hanya `pancaran atau pantulan` saja dari eksistensiNya.
Nah, cahaya yang dipancarkan oleh Allah itu berlapis-lapis mulai dari yang paling jelek (Kegelapan) sampai yang paling baik (Cahaya Putih Terang). Allah telah menetapkan dalam seluruh ciptaanNya itu bahwa Kegelapan mewakili Kejahatan dan Keburukan. Sedangkan Cahaya Terang mewakili Kebaikan..
Maka, kalau kita ingin memperoleh kebaikan dan keberuntungan, kita harus memperoleh cahaya terang. Dan sebaliknya kalau kita mempoleh kegelapan berarti kita masuk ke dalam lingkaran kejahatan dan kerugian.
Yang menarik, ternyata `cahaya` dan `kegelapan` itu digunakan oleh Allah di dalam firmannya sebagai ungkapan yang sesungguhnya. Misalnya ayat-ayat yang saya kutipkan di atas. Bahwa orang-orang yang beriman, kelak di hari kiamat, benar-benar akan memancarkan cahaya di wajahnya. Sedangkan orang-orang kafir, justru kehilangan cahaya alias wajahnya gelap gulita.

Dari manakah cahaya di wajah orang beriman itu muncul? Ternyata berasal dari berbagai ibadah yang dilakukan selama ia hidup di dunia. Setiap ibadah yang diajarkan rasulullah kepada kita selalu mengandung dua unsur, yaitu ingat kepada Allah (dzikrullah) dan membaca firmanNya yang berasal dari KitabNya. Baik ketika kita membaca syahadat, melakukan shalat, mengadakan puasa, berzakat, maupun melaksanakan ibadah haji.
Nah, dari kedua kedua unsur itulah cahaya Allah muncul. Bagaimanakah mekanismenya? Sebagaimana dikatakan di atas, bahwa Allah adalah sumber cahaya langit dan Bumi. Maka ketika kita berdzikir kepada Allah, kita sama saja dengan memproduksi getaran getaran cahaya. Asalkan berdzikirnya khusyuk dan menggetarkan hati. Kuncinya adalah pada `hati yang bergetar.’
Hati adalah tempat terjadinya getaran yang bersumber dari kehendak jiwa. Ketika seseorang marah, maka hatinya akan berdegup keras. Semakin marah ia, semakin kencang juga getarannya. Demikian pula ketika seseorang sedang sedih, gembira, berduka, tertawa, dan lain sebagainya.
Getaran yang kasar akan dihasilkan jika kita sedang dalam keadaan emosional. Sebaliknya getaran yang lembut akan muncul ketika kita sedang sabar, tenteram dan damai.
Ketika sedang berdzikir, hati kita akan bergetar lembut. Hal ini dikemukan oleh Allah, bahwa orang yang berdzikir hatinya akan tenang dan tenteram.
QS. Ar Ra’d (13) : 28
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah lah hati menjadi tenteram.”
Ketika seseorang dalam keadaan tenteram, getaran hatinya demikian lembut. Amplitudonya kecil, tetapi frekuensinya sangat tinggi. Semakin tenteram dan damai hati seseorang maka semakin tinggi pula frekuensinya. Dan pada, suatu ketika, pada frekuensi 10 pangkat 13 sampai pangkat 15, akan menghasilkan frekuensi cahaya.
Jadi, ketika kita berdzikir menyebut nama Allah itu, tiba-tiba hati kita bisa bercahaya. Cahaya itu muncul disebabkan terkena resonansi kalimat dzikir yang kita baca. lbaratnya, hati kita adalah sebuah batang besi biasa, ketika kita gesek dengan besi magnet maka ia akan berubah menjadi besi magnetik juga. Semakin sering besi itu kita gesek maka semakin kuat kemagnetan yang muncul daripadanya.
Demikianlah dengan hati kita. Dzikrullah itu menghasilkan getaran-getaran gelombag elektromagnetik dengan frekuensi cahaya yang terus menerus menggesek hati kita. Maka, hati kita pun akan memancarkan cahaya. Kuncinya, sekali lagi, hati harus khusyuk dan tergetar oleh bacaan itu. Bahkan, kalau sampai meneteskan air mata.
Unsur yang kedua adalah ayat-ayat Qur’an. Dengan sangat gamblang Allah mengatakan bahwa Al Qur`an ada cahaya. Bahkan, bukan hanya Al Qur’an, melainkan seluruh kitab-kitab yang pernah diturunkan kepada para rasul itu mengandung cahaya.
QS. An Nisaa` (4) : 174
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).”
QS. Al Maa’idah (5 ) : 44
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya …”
QS Al Maa’idah (5 ) : 46
"Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil, sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya . . . "
Artinya, ketika kita membaca kalimat-kalimat Allah itu kita juga sedang mengucapkan getaran-getaran cahaya yang meresonansi hati kita. Asalkan kita membacanya dengan pengertian dan pemahaman. Kuncinya, hati sampai bergetar. Jika tidak mengetarkan hati, maka proses dzikir atau baca Al Qur’an itu tidak memberikan efek apa-apa kepada jiwa kita. Yang demikian itu tidak akan menghasilkan cahaya di hati kita.
Apakah perlunya menghasilkan cahaya di hati kita lewat kegiatan dzikir, shalat dan ibadah-ibadah lainnya itu? Supaya, pancaran cahaya di hati kita mengimbas ke seluruh bio elektron di tubuh kita. Ketika cahaya tersebut mengimbas ke miliaran bio elektron di tubuh kita, maka tiba-tiba badan kita akan memancarkan cahaya tipis yang disebut `Aura`. Termasuk akan terpancar di wajah kita.
Cahaya itulah yang terlihat di wajah orang-orang beriman pada hari kiamat nanti. Aura yang muncul akibat praktek peribadatan yang panjang selama hidupnya, dalam kekhusyukan yang sangat intens. Maka Allah menyejajarkan atau bahkan menyamakan antara pahala dan cahaya, sebagaimana firman berikut ini.
QS. Al Hadiid (57) : 19
“... bagi mereka pahala dan cahaya mereka…”
Dan ternyata cahaya itu dibutuhkan agar kita tidak tersesat di Akhirat nanti. Orang-orang yang memililki cahaya tersebut dapat berjalan dengan mudah, serta memperoleh petunjuk dan ampunan Allah. Akan tetapi orang-orang yang tidak memiliki cahaya, kebingungan dan berusaha mendapatkan cahaya untuk menerangi jalannya.
QS. Al Hadiid (57) : 28
“…dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu.”
QS. Al Hadiid (57) 13
"Pada hati ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami, supaya kami bisa mengambil cahayamu."
Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang, dan carilah sendiri cahaya (untukmu). "Lalu diadakanlah di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya ada siksa."
QS. Ali lmraan (3) : 106 - 107
"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri dan ada p ula yang menjadi hitam muram. ` Ada pun orang-orang yang hitam muram mukanya, (dikatakan kepada mereka) : kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".

"Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal di dalamnya.”
Jadi, selain wajah yang memancarkan cahaya, Allah juga memberikan informasi tentang orang-orang kafir yang berwajah hitam muram. Bahkan di QS. 10 : 27 dikatakan Allah, wajah mereka gelap gulita seperti tertutup oleh potongan-potongan malam.
Dalam konteks ini memang bisa dimengerti bahwa orang-orang kafir yang tidak pernah beribadah kepada Allah itu wajahnya tidak memancarkan aura. Sebab hatinya memang tidak pernah bergetar lembut. Yang ada ialah getaran-getaran kasar.
Semakin kasar getaran hati seseorang, maka semakin rendah pula frekuensi yang dihasilkan. Dan semakin rendah frekuensi itu, maka ia tidak bisa menghasilkan cahaya.
Bahkan kata Allah, di dalam berbagai firmanNya, hati yang semakin jelek adalah hati yang semakin keras, tidak bisa bergetar. Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, tingkatan hati yang jelek itu ada 5, yaitu : 1. Hati yang berpenyakit (suka bohong, menipu, marah, dendam, iri, dengki dsb), 2. Hati yang mengeras. 3. hati yang membatu. 4. Hati yang tertutup. dan 5. Hati yang dikunci mati oleh Allah.
Maka, semakin kafir seseorang, ia akan semakin keras hatinya. Dan akhirnya tidak bisa bergetar lagi, dikunci mati oleh Allah. Naudzu billahi min dzalik. Hati yang:seperti itulah yang tidak bisa memancarkan aura. Wajah mereka gelap dan muram
QS. Az Zumaar (39) : 60
"Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta kepada Allah, mukanya menjadi hitam."
QS. Al An’aam (6) : 39
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita…”
Seperti yang telah saya kemukakan di depan, bahwa ternyata kegelapan itu ada kaitannya dengan kemampuan indera seseorang ketika dibangkitkan. Di sini kelihatan bahwa orang-orang kafir itu dibangkitkan dalam keadaan tuli, bisu, buta, dan sekaligus berada di dalam kegelapan. Sehingga mereka kebingungan. Dan kalau kita simpulkan semua itu disebabkan oleh hati mereka yang tertutup dari petunjuk-petunjuk Allah swt.
QS. Al Hajj (22) : 8
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang bercahaya."
QS. Al Maa’idah (5 ) : 16
“…dan (dengan kitab itu) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya.”
QS. Al A’raaf (7) : 157
“…dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
QS. An Nuur (24) : 40
“…dan barangsiapa tidak diberi cahaya oleh Allah, tidaklah ia memiliki cahaya sedikit pun.”
QS. At Tahriim (66) : 8
"Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah, dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan para nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."


Dikirim pada 10 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Mendengar nama bidadari tentu yang ada dalam bayangan kita adalah wanita cantik,dan lembut serta menawan dan kisah ini hanya ada dalam dongeng sebelum tidur. Sesungguhnya bidadari itu ada,seperti yang dikisahkan oleh Ibnu Qayyim Al jauziyyah dalam bukunya "Tamasya Kesurga,dimana dalam buku itu dikatakan bidadari2 itu adalah waninta suci yang menyenangkan bila di pandang mata,meyejukkan jika dilihat dan menentramkan setiap pemiliknya,wajahnya cantik jelita,kulitnya halus mulus,akhalaknya baik dan perawan kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Subhanallah sungguh satu gambaran yang sempurna dari seorang berjenis wanita yang menjadi bidadari surga. Dan akan timbul pertanyaan dihati siapakah yang mendapatkan bidadari itu ? jawabnya ialah yang mendapatkan bidadari surga adalah orang2 yang syahid karena berjihad di jalan Allah,orang2 yang tulus ikhlas membela agama Allah. Diantara sebagian orang berpikir atau khususnya kaum adam,tentu akan bertanya kapan dapat bertemu dengan bidadari2 itu ? apakah bidadari2 itu bisa di miliki ? atau adakah sedikit di antara mereka mendiami bumi sekarang ini ? Sesungguhnya bidadari2 itu sudah turun kebumi semenjak islam bangkit di bumi.Bidadari itu menghias diri setiap hari,berwujud manusia yang berhati lembut,menyenangkan di pandang mata,meyejukkan dilihat,menentramkan hati setiap pemiliknya,dan dia adalah wanita sholeha yang menjaga kesucian dirinya.Akan timbul lagi pertanyaan seperti apakah bidadari bumi itu ? Bisakah kita mengikuti langkahnya? Apakah dia anak ? adik? atau ponakkan perempuan atau apakah dia ibu kita ,apakah dia juga kita sendiri ? atau semua ini hanya angan2 yang bisa di realisasikan ,tapi syeitan menahan. Setiap wanita bisa menjadi bidadari bumi,dan seperti apa ciri2nya antara lain :

1,Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah,senantiasa menyerahkan segala urusan hiudpnya kepada hokum dan syariat Allah.

2.Ia menjadikan Alquran dan Al hadist sebagai sumber hokum dalam mengatur segala aspek kehidupannya

3.Ibadahnya baik dan memiliki akhlak dan budi pekerti yang mulia tidak suka berbohong,bergunjing dan ria.

4.Berbuat baik dan berbakti kepada orang tua,dan senantiasa mendoakan orang tuanya,menghormati mereka dan menjaga serta melindunginya.

5.Kalau dia bersuami maka dia akan taat kepada suaminya,menjaga harta suaminya,mendidik anak2nya dengan kehidupan yang islami,dan jika dilihat menyenangkan suami.jika di padang menyejukkan dan menentramkan bila berada di dekatnya,hati akan tenang bila meninggalkannya pergi,dan melayani suaminya dengan baik dan berhias untuk suaminya dan dapat membangkitkan motivasi dan semangat suami dalam berjuang membela agama Allah.

6.Tidak suka bermewah2 dengan dunia,tawadhu,nersikap sederhana,sabarnya luar biasa atas janji2 Allah,dan tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

7.Dia sangat bermanfaat untuk lingkungannya,pengabdiannya kepada masyarakat dan agama sangat besar,meyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut,hatinya bersih,akalnya cerdas . Itulah sekilas gambaran bidadari bumi,dialah wanita sholeh yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti untuk seluruh alam ini. Ya Allah,… Ya Rabbi,jadikanlah aku,ibuku dan saudara2ku yang wanita juga wanita2 muslimah di sekelilingku menjadi bidadari bumi agar kelak di surga tidak canggung lagi. Dunia ini adalah perhiasan,sebaik2 perhiasan adalah wanita sholeha(HR Muslim)

Dikirim pada 09 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat

Seorang laki-laki buruk rupa dan berbadan pendek menikah dengan seorang wanita cantik jelita.

Pada saat itu isterinya telah berdandan sehingga menjadi semakin cantik dan menawan di mata suaminya.

Sang suami tidak kuasa kecuali terus menerus memandangi istrinya dengan menikmati keelokan isterinya.

Istrinya bertanya, "Ada apa denganmu?"

Dia menjawab, "Demi Allah kamu sangat cantik rupawan."

Istrinya berkata, "Bergembiralah, aku dan kamu akan masuk Surga."

Ia bertanya, "Dari mana kamu tahu itu?"

Isterinya menjawab, "Karena kamu dianugerahi istri cantik seperti aku lalu kamu bersyukur, sementara aku diuji dengan suami seperti kamu lalu aku bersabar. Orang yang sabar dan orang yang bersyukur sama-sama masuk Surga."

Dikirim pada 09 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang
bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang
menyenangkan di pandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati
setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak
yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Siapakah
orang yang beruntung mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang
syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas
membela agama Allah.
Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari
itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami
bumi sekarang ini?
Bidadari-bidadari itu kini memberi nyawa pada kehidupan kita. Semenjak Islam
mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap
hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata,
menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita
sholehah yang menjaga kesucian dirinya.
Seperti apakah bidadari bumi itu?, bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah
dia anak, adik, atau keponakan perempuan kita?. Atau apakah ia istri dan ibu
kita, atau ia hanya berupa angan yang sebenarnya bisa kita realisasikan,
tapi syetan kuat menahan?
Bidadari itu adalah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap
perempuan bisa menjadi bidadari bumi, tapi siapkah kita menjadi bidadari
yang indah dipandang mata? Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah.
Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya hanya kepada hukum dan
syariat Allah.
1. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur
seluruh aspek kehidupannya.
2. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi pekerti yang mulia. Tidak
hobi berdusta, bergunjing dan ria.
3. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan
orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.
4. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya
dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang
menyejukkan, dan menetramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila
meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk
suaminya, pandai membangkitkan gairah dan memotifasi suaminya untuk berjuang
membela agama Allah.
5. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana.
Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar
untuk bekal hidupnya.
6. Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama
sangat besar. Ia menyeru manusai kepada Allah dengan kedua tangan dan
lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan
hartanya.
“Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
sholehah” (HR.Muslim)
. Ya Allah jadikanlah aku, ibuku, kakak dan adiku serta perempuan-perampuan
disekelilingku menjadi bidadari. Yang mampu memberikan nafas bagi kehidupan
ini, yang mampu memberikan kekuatan bagi suami kami untuk mencari nafkah,
yang menyejukkan jika di pandang, dan yang mencerdaskan masyarakat dengan
ilmu, amal dan juga budi pekerti..
“Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan”

Dikirim pada 04 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat

urat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta ukhti N akhi yang
InsyaAllah tetap mencintai Allah dan rasul-Nya di atas
segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati ukhti N akhi
yang kerap kali terisi oleh cinta selainNya, yg mudah sekali terlena
oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan karenaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasan. Maka saat ini kurasakan kekecewaan dan kelelahan karena yang kulakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa ukhti N akhi yang
mulai lelah menapaki jalan-Nya ketika seringkali mengeluh,
merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan, serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan ruh ukhti N akhi
yang mulai terkikis oleh dunia yg menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan?? Dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah rutinitas belaka, saat fisik dan pikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan
kebahagiaan yang semu, coba lihat hatimu menangis, tertawa dan
merana??
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri ukhti N akhi
yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih dihadapanNya selain ketakwaan. Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan
kefanaan. Astaghfirullahal’adzim,,,,,,,,,,
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati ukhti N Akhi
yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan terlewatkan begitu saja, dan saat tiada rasa dosa ketika menzhalimi diri dan saudaranya.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun
sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling,memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya.
“Adakah hari-hari yang mungkin aku bisa lari dari maut, hari yang
ditentukan, dan yang tidak ditentukan. Hari yang tidakditetapkan,
akupun tak gentar dan hari yang ditentukanpun aku tak kuasa
menghindarinya. Ku katakan padanya, ia telah terbang bertabur bintang. Dari para syuhada yang gugur yang tak kau pedulikan. Maka sesungguhnya engkau walau meminta penundaan meski sehari atas ajal yang ditetapkan padamu, tentu ia takkan
mau karena itu bersabarlah saat menghadapi kematian karena mengharapkan keabadian adalah sesuatu yang mustahil.”
(Disenandungkan oleh Ali bin Abi Thalib kala mengahadapi
musuh-musuhnya).

Dikirim pada 04 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Tatkala detak kematian menyapa kita,,,
tatkala hampir usai perjanjian denganNya,,,
barangkali kita baru ingat,,,
betapa banyak kelalaian yang kita lakukan,,,
betapa banyak waktu yang terbuang tanpa kedekatan kita kepada Rabb,,,
betapa angan-angan telah menjerat fikiran,,,
betapa energi habis untuk hal-hal yang sia-sia,,,
tatkala malaikat izrail talah menyapa,,,
tatkala tiada lagi kesempatan beramal,,,
barulah kita bersusah payah menghitung,,,
berapa banyak hafalan kita,,,
berapa banyak malam tidak ‘berdiri’ untukNya,,,
berapa banyak senandung lisan bukanlah dzikrullah,,,
berapa banyak saudara yang terdzolimi oleh kita,,,
Ukhti,,,,marilah berbenah,,,
marilah memantapkan langkah untuk mendekat padaNya,,
marilah membuktikan cinta kita padaNya,,,,
Marilah kita membersihkan ‘kaca’
marilah mengevaluasi,,,
tentang diri kita yang sebenarnya,,,
Jangan sampai pada saat itu tiba,,,kita tidak mempunyai pegangan apapun utk menuju kehidupan yg abadi,,

Dikirim pada 04 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Ketika engkau memasuki jenjang kehidupan yang baru, ada begitu banyak nuansa yang juga baru yang akan engkau hadapi. Aku yakin, ketika engkau dengan mantapnya menerima lamarannya,
engkau telah mempersiapkan dirimu dengan sebaik-baiknya. Engkau persiapkan dirimu sebagai seorang istri yang sholihah bagi suami. Yang senantiasa patuh terhadapnya. Dan segala sesuatu agar menjadi penyejuk mata suami.
Namun ijinkanlah aku untuk menyampaikan suatu kata dan harapan. Kata dan harapan dariku yang mungkin tak ada artinya bagimu.
Ingatlah bahwa kalian adalah pasangan dan pakaian satu sama lain.
Engkau adalah pasangan baginya dalam carut marutnya lingkungan dan masyarakat sekarang ini. Menjadi penguat dan pendorong untuk memotivasi diri. Jadinya kalian tidak hanya menjadi pasangan yang saling melengkapi. Atau malah semakin mengendurkan semangat jihad dalam dada, tetapi lebih dari itu. Potensi masing-masing akan semakin terlihat dan tumbuh dengan suburnya dalam taman-taman cinta kalian.
Kedua kalian sebagai pakaian yang menutupi kesalahan dan hal-hal yang memang untuk ditutupi. Jangan pernah mengatakan apapun kesalahan pasanganmu baik itu pada teman, sahabat ataupun orang tuamu. Hadapilah kesalahan dan aib itu sebagai bagian yang menguatkan cinta dan sayang.
Cukup dua itu duhai sahabat … tak usah banyak-banyak atau muluk-muluk. Semoga barakah Allah terlimpah atasmu dan atas kaum muslimin fii kulli makan.
Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian)

Dikirim pada 04 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Ketika Nabi Muhammad menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, beliau mengundang Abu Bakar, Umar, dan Usamah untuk membawakan persiapan Fatimah. Mereka bertanya-tanya, apa gerangan yang dipersiapkan Rasulullah untuk putri kinasih dan keponakan tersayangnya itu? Ternyata bekalnya cuma penggilingan gandum, kulit binatang yang disamak, kendi, dan sebuah piring.
Mengetahui hal itu, Abu Bakar menangis. Ya Rasulullah. Inikah persiapan untuk Fatimahtanya Abu Bakar terguguk. Nabi Muhammad pun menenangkannya, “Wahai Abu Bakar. Ini sudah cukup bagi orang yang berada di dunia”
Fatimah, sang pengantin itu, kemudian keluar rumah dengan memakai pakaian yang cukup bagus, tapi ada 12 tambalannya. Tak ada perhiasan, apalagi pernik-pernik mahal.
Setelah menikah, Fatimah senantiasa menggiling gandum dengan tangannya, membaca Alquran dengan lidahnya, menafsirkan kitab suci dengan hatinya, dan menangis dengan matanya.
Itulah sebagian kemuliaaan dari Fatimah. Ada ribuan atau jutaan Fatimah yang telah menunjukkan kemuliaan akhlaknya. Dari mereka kelak lahir ulama-ulama ulung yang menjadi guru dan rujukan seluruh imam, termasuk Imam Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali.
Bagaimana gadis sekarang? Mereka, memang tak lagi menggiling gandum, tapi menekan tuts-tuts komputer. Tapi bagaimana lidah, hati, dan matanya? aku pernah mendapatkan berita, ada seorang gadis di Bekasi, yang nyaris mati karena bunuh diri. Rupanya ia minta dinikahkan dengan pujaan hatinya dengan pesta meriah. Karena ayahnya tak mau, dia pun nekat bunuh diri dengan minum Baygon. Untung
jiwanya terselamatkan.
Seandainya saja tak terselamatkan, naudzubillah min dzalik! Allah mengharamkan surga untuk orang yang mati bunuh diri.
Si gadis tadi rupanya menjadikan kemewahan pernikahannya sebagai sebuah prinsip hidup yang tak bisa dilanggar. Sayang, gadis malang itu mungkin belum menghayati cara Rasulullah menikahkan putrinya.
Pesta pernikahan putri Rasulullah itu menggambarkan kepada kita, betapa kesederhanaan telah menjadi darah daging kehidupan Nabi yang mulia. Bahkan ketika pesta pernikahan putrinya, yang selayaknya diadakan dengan meriah, Muhammad tetap menunjukkan kesederhanaan.
Bagi Rasulullah, membuat pesta besar untuk pernikahan putrinya bukanlah hal sulit. Tapi, sebagai manusia agung yang suci, kemegahan pesta pernikahan putrinya, bukan ditunjukkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi. Rasul justru menunjukkan kemegahan kesederhanaan dan kemegahan sifat qanaah, yang merupakan kekayaan hakiki.
Rasululllah bersabda, Kekayaan yang sejati adalah kekayaan iman, yang tecermin dalam sifat qanaah. Iman, kesederhanaan, dan qanaah adalah suatu yang tak bisa dipisahkan.
Seorang beriman, tecermin dari kesederhanaan hidupnya dan kesederhanaan itu tecermin dari sifatnya yang qanaah.
Qanaah adalah sebuah sikap yang menerima ketentuan Allah dengan sabar; dan menarik diri dari kecintaan pada dunia.
Rasulullah bersabda, Qanaah adalah harta yang tak akan hilang dan tabungan yang tak akan lenyap.
Wahai Ukhti,,,semoga kita bisa mencontoh pernikahan yg Rasulullah gelarkan untuk putrinya.

Dikirim pada 04 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat


Sesungguhnya aku bukanlah apa-apa
Kecuali apa yang telah Dia rahmatkan
Sesungguhnya aku tidak mengetahui apa-apa
Kecuali yang apa yang telah ia beritahukan
Sesungguhnya aku tidak memiliki apa-apa
Kecuali apa yang telah Dia berikan
Hartaku, ragaku, ilmuku bahkan nyawaku
adalah milik dan pemberianNya
tanpa semuanya itu niscaya aku hanyalah,,,
aku hanya,,,
aku tak layak disebut hanya,
aku bukanlah apa-apa
bahkan bukanlah setitik debu di alam semesta yang luas.
Wahai Ukhti,,,
Renungkanlah,,,menangis,,,
dan bersyukurlah,,,,,,,,
Renungkalah karenaNya,,,
Menangislah karena sesungguhnya kamu bukanlah apa-apa
Menangislah karena kamu tidak berarti apa-apa tanpaNya
dan bersyukurlah,,,,
Bersyukurlah karena kamulah yang dikehendakiNya
Bersyukurlah karena tanpa kehendakNya kamu takkan pernah ada
Bersyukurlah karena Dia berkehendak melaluimu
Bersyukurlah karena kamulah kepanjangan tangan dariNya.
Menjadikan bumi seperti di dalam surga
Jika saat ini kamu sakit,,,
bersyukurlah,,,
karena dahulu Allah telah mengizinkanku menikmati sehat
Jika saat ini kamu miskin
bersyukurlah,,,
karena dahulu Allah telah memanjakanmu dengan kekayaan
Jika saat ini kamu renta
bersyukurlah
karena dahulu Allah telah membahagiakanmu dengan kemudaan
Bersyukurlah selalu akan kehadiran hari ini
Bersyukurlah selalu akan keindahan masa lalu
Dan berharaplah hanya kepadaNya akan kebahagiaan yang akan datang kepadamu
Bersyukurlah selalu,,,selalu di setiap waktu akan segala nikmatnya,,,,
niscaya syukurmu takkan pernah dapat menghitung nikmat dan rahmatNya
Karena ibadah lima ratus tahun tanpa henti pun hanya dapat menebus nikmat mata
Dan bersyukurlah selalu karena kamu telah dikehendakiNya
diberiNya hidup, diizinkan untuk menikmati hidup karenaNya
dan sangat amat disayangi dan dikasihiNya
Bersyukurlah karena pada hakekatnya
Kamu Bukanlah apa-apa!!!

Dikirim pada 03 Februari 2009 di Sok Puitis


Kenapa aku harus menangis
kalau hanya karena dunia
padahal engkau tahu
dunia hanyalah tempatmu singgah
ada sesuatu yang pasti terjadi
sebuah kematian,,,
padahal nun di Palestina
dunia bukanlah tujuan
mati syahid menjadi impian
ridho Allah jadi tujuan
Cukup tempatkan dunia di tanganmu
Jangan beri tempat dia di hatimu
Segala ujian dunia
jadikan langkah untuk meningkatkan keimanan
jangan berhenti,,,
apalagi mundur,,,
Tahukah engkau,,,
ketika resah, gundah itu datang
berarti itu sinyal untukmu
Dekatilah DIA
Peluk DIA
Menangislah di hadapan DIA
Rasakan belaian DIA
Cukup tempatkan cinta DIA
di hatimu yang paling tertinggi
dan,,,
tolong jangan gantikan dengan cinta yang lain,,,

Dikirim pada 03 Februari 2009 di Sok Puitis



Untuk Calon Suamiku.....
Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa` 19]. Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Calon Suamiku...
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya." [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Ya Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini...
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal `alamin.


Dikirim pada 02 Februari 2009 di Kumpulan Nasehat



Dari Seorang Sahabat
Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja...
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini...

Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca ini.

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.
Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan
kematian akan menjemput kita???

Berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan
hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal
menunggu waktunya,

semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah.... amien.... .

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang
dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam
shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,
apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :
"Alangkah sabarnya mereka....setiap hari begitu...benar- benar
mengherankan!

"Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah
shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk
munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang
matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat
selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari
pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.

Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung
beban sebagai orang terasing.

Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur`an. Tak ada lagi
suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup
sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku
ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga
keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan
semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian .... banyak waktu luang ... pengetahuanku
terbatas.

Aku mulai jenuh ... tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku
sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan
orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah
peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos
jalan..

Kami asyik ngobrol ... tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan
yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil
bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis.

Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya
segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami
cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas
dengan amat mengerikan.

Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.
Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah
"Laailaaha Illallaah ..... Laailaaha Illallaah .." perintah temanku..
Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.
Keadaan itu membuatku merinding..

Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat ...
Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku
tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah
menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti
ini.

Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.

Tetapi . keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.
Tak ada gunanya .... Suara lagunya terdengar semakin melemah .... lemah
dan lemah sekali.. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang
kedua.

Tak ada gerak .... keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa
mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.

Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening...
Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara...Ia berbicara tentang hakikat
kematian dan su`ul khatimah (kesudahan yang buruk).

Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..
Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya
selama di dunia.

"Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang
diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana
seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara
lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang
kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa
kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa
ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat
khusyu` sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali
pada kebiasaanku semula ... Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang
menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi
sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya
lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua
orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu .... sebuah kejadian
menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai
mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah
terowongan menuju kota . Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang
kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,
tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah
belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama
cepat-cepat menuju tempat kejadian.

Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit
agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya
begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,
sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika
kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang
keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur`an ... dengan suara amat lemah.
"Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat
melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur`an ? Darah mengguyur seluruh
pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi
seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur`an dengan suaranya
yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur`an se indah itu.
Dalam batin aku bergumam sendirian "Aku akan menuntunnya membaca
syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu ... apalagi
aku sudah punya pengalaman." aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan
kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur`an yang
merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke
setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.

Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya
terkulai, aku melompat ke belakang.

Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa..
Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku
menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.

Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak
kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus
menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul
sangat mengharukan. ...Sampai di rumah sakit .....Kepada orang-orang di
sana , kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa
menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit
yang meneteskan air mata.

Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri
jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk
tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan
dishalatkan. . . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada
jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut
mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya.

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya
almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia
lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda,
anak yatim dan orang-orang miskin.

Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula,
buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa
membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk
dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa
permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada
satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi
kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan
pertaubatan.

Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan
amal-amal yang nyata : "memperbaiki diri dan mengajak orang lain "

Allah Swt berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh
ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang memperdayakan. " (QS. Al-Imran:185)

Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, "Barangsiapa yang
lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya."

Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita
menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah
SWT.

Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian
dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan
untuk menghadapinya.

Note : amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang
terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.

Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau
tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau
mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu
berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia
akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.

Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku
seiman pada umumnya.

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian,

INFORMASI PENERBANGAN GRATIS
AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM
Bila kita akan `berangkat" dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan,
tetapi melalui Al-Qur`an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines,
atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak
lebih dan tak kurang.

Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan
tetapi kain kafan putih.

Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi `Laailaahaillallah`
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar
kain yang diwangikan.

Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport
atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.

Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.

Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.

Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya
atau Neraka Jahannam.

Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.

Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.


Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda telah

hilang selera bersuka ria.

Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap di
booking sejak ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.

YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.

Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa `Pemberitahuan` .

Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. .
Saat penerbangan anda berangkat... tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu
`Alallah, atau ungkapan selamat jalan.

Tetapi Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun......
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.

ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
`Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan
kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk
menghadapinya. `


ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga....


Amiin

WALLAHU A`LAM


Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur... tanpa kecuali, maka
perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini..... sangat tidak bijak
dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.


SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
Keluarga.
Hartanya.
Amalnya.

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;

1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali.
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarlah Suara Dari Langit
Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."


Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. . ..Terdengar Dari Langit
Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...

Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"

Ketika Mayat Siap Dikafan... Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai
Fulan Anak Si Fulan


Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan....
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika Mayat Diusung. ... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai
Fulan Anak Si Fulan..


Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan

Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."
Ketika Mayat Siap Dishalatkan. ...Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari
Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan....

Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk
Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan....
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian.... .Allah Berkata
Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.... .

Kini Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
Hari Ini,.....
Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
Anda Ingin Beramal Shaleh...?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda
Kenal....!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi
kita dalam menjalani hidup ini.

Rasulullah SAW.. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut)
dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda "wakafa bi almauti
wa`idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin.....

Di 4wardkan dari seorang sahabat,,,



Dikirim pada 31 Januari 2009 di Kumpulan Nasehat


Kuberdiri di ujung senja
Ku tatap langit yang berwarna kuning keemasan
Kutarik nafas sedalam mungkin
Kutatap terus langit di atasku

Kutertegun sesaat
Kulihat beberapa ekor burung beterbangan kian kemari

Hari ini akhirnya berhasil kulalui
Semua beban hidup akhirnya bisa ku atasi
Tapi apa yang kan terjadi di esok hari???

Sang surya sudah tenggelam di ufuk barat
Aku masih berdiri sesaat
Memikirkan apa yang tlah ku perbuat

Hari ini telah selesai
Apa yang akan ku lakukan kemudian
Ketika esok hari sang surya datang kembali
Dan apa yang akan kulakukan
Jika esok ku harus pulang menghadap Ilahi???

Dikirim pada 31 Januari 2009 di Sok Puitis
31 Jan


Berjalan sendirian dalam kegelapan malam
Bukankah itu yang biasa kulakukan
Kekelaman dalam kehidupan
Bukankah itu sering kulalui dalam kehidupan

Dalam kesendirian
Aku mendapat banyak pelajaran
Aku memiliki keberanian
Aku mendapat kekuatan

Bukankah aku selalu sendirian??
Tapi aku tidak kesepian karma Rabku slalu ada untukku
Dan sampai kapapun aku slalu ditemaniNya,,,,

Langkah kaki ini semakin jauh di kehidupan
Melangkah terus ke masa depan
Jauh mengarah pada tujuan
Tujuan apa di depan,,,,,
Akan kah kudapatkan seorang teman...
Ya, teman tuk melewati kehidupan...
Teman tuk mengahadapi badai kehidupan
Ya, seorang teman yang diberikan Rabbku,,,
Itu semua akan terjawab bila waktunya tiba,,,
Karna aku yakin Rabbku telah menyiapkan aku seseorang dan waktu yg tepat tuk ku,,

Dikirim pada 31 Januari 2009 di Sok Puitis


Bertahun-tahun kulalui bersama keluarga dan teman2ku,,,
Banyak senyum dan air mata
Hidup terasa lengkap ditengah canda dan riang

Apa yang harus kusesali???Apa yang harus tak kusyukuri??
Berlimpah nikmat t’lah kudapati
Mengapa aku kadang masih tak berpuas diri??!!

Maafkan, ampuni aku ya Rabbi,,,,
Usahaku tuk mencapai RidhoMu belum sebanding dengan nikmatMu
Jauh dilubuk hati masih ada ruang hampa
Yang merindukan setetes cinta suciMu untuk diriku

Tunjukkan kasih dan sayangmMu ya Rabbi,,,.
Ijinkan syukur ini menggetarkan pembuluh pembuluh darahku
Aku rindu ya Rabbi,,,,,,aku rindu,,,,

Air mata selalu ada jika kuingat dosaku
Namun egoku pun selalu muncul saat bahagia menghampiriku
Setan berkuasa sudah jika aku terlupa mengingatmu,,,,

Kumohon jangan pernah tingggalkanku
Sekali lagi pintaku terimalah taubat sebelum datang maut.
Berilah rahmat saat datang maut,
Dan ampunan setelah datang maut,,,,Amin ,,,,

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang tidak kufur nikmat

Dikirim pada 31 Januari 2009 di Sok Puitis
30 Jan


Musim panjang penuh biru cahaya
tlah membawaku pada cawan-cawan ingin
yang tersaji kembali
meski berkali tlah terantuk sulur-sulur waktu
di sepertiga malam tahajjudku
beberapa episode usang
ataupun puisi purba
kembali mengisi tiap-tiap ruang
yang tersisa di kepala
dan gaungnyapun terdengar hingga ujung sana
tempat dimana aku menantikanmu,,,
cerita tentang pecundang dan pemenang
dan maut yang tak pernah terundang
mengusik perjalanan panjang yang tak henti kurangkai
demi satu pertemuan denganmu yg entah apakah bisa terwujud
lembar sajadah yang kian kusut tersapu ritual malam dan pagi
dan ayat-ayat yang terbaca habis
bahkan bukan hanya pada Ramadhan
doa-doa terukir di tiap-tiap lingkaran tasbih
yg kilat oleh usapan jemari penuh harap,,,
pun tak mampu membuatku mengenalmu dengan benar
seakrab embun yang setia melapis dedaunan pagi
ataupun buih-buih samudra yang tak bosan membelai bibir pantai
Kemana pergimu yang kucari,
apakah debu-debu bumi tlah begitu pekatnya?
hingga bagiku engkau serupa wujud yang tak pernah terwujud
serupa mencari butir permata yang jatuh
di onggok jerami purba yang tak lekang hujan
Ataukah sayapku tak cukup kuat untuk meraihmu
setelah kutitipkan pada tiap-tiap larik doa,,
tiap-tiap khatam selepas isya’?
ataukah aku harus diam
dan membiarkan saja kau hampiri aku???


Dikirim pada 30 Januari 2009 di Sok Puitis
30 Jan


Satu hari
Dan hanya satu hari itu yang paling kuinginkan dalam hidupku
Tidak hari yang lain
Tidak saat yang lain
Hanya hari itu

Satu hari, Bu,,,,,Cuma satu hari biasa,,,
Hari yang dimulai oleh suaramu membangunkanku
Hari dimana kita menghabiskan waktu sarapan
Dan hari dimana kau menyuruhku untuk tetap tinggal bersamamu
Hari seperti hari-hari yang lalu
Hari yang tidak pernah kupikir akan kurindukan sebelumnya,,,

Ibu,,,,Aku tak setegar yang kau lihat
Aku tak setangguh yang kau lihat
hatiku juga terbuat dari bahan yang sama dengan hatimu,
mudah tergores,
mudah tercabik,
mudah disakiti,,,,
namun aku bangga,,,Bu,,,
aku bisa tersenyum,
aku bisa tertawa,,,
dihadapan semua orang di sekelilingku,,,
Kau tau Bu,,,,Itu smua karna kekuatan darimu,,,,
Ibu,,,
Pernah kukatakan padamu aku akan memberimu pelangi
Dan mengukirkan mega terindah untukmu
Tapi jika ada satu hari lagi bersamamu,,,,
Jika hanya ada satu hari lagi untuk menggenggam tanganmu
Aku hanya ingin duduk di sisimu
Aku hanya ingin berkata padamu,,,,,Maafkan aku…maafkan aku tidak cukup sabar mendengarkanmu,,,,
Maafkan aku yang merasa tak punya cukup waktu untuk berbicara denganmu
Dan maafkan aku,,,,,,karena tidak sealu ada di sisimu

Satu hari,,,,,,,,Cuma satu hari
Dan jika hari itu datang,,,,,Aku tak butuh apa pun lagi,,,

Dikirim pada 30 Januari 2009 di Sok Puitis
29 Jan


Gelisaku selimuti sekujur kalbu
Resahku meradang bagai sembilu
Jiwaku yang rapuh tercekik rasa rindu
Tanpa tau apa yang mesti berlaku
Wahai Dzat yang patut di Cinta
Jangan tutup pintuMu untuk diri yang hina nan papa
Walau tak patut ku harap pesona CintaMu
Luluh rapuh ku bersimpu
PesonaMu gairahkan hasratku
Tuk rengkuh diriMu menyatu dalam jiwaku
Bersama selalu denganMu
Wahai.....Robb pujaan hatiku....
menggelora
MenyebutMu dengan penuh sejuta rasa
Lisanku berkatakan CintaMu
Niatku menyerahkan segalanya
Bagai tubuh yang kaku membeku
Hasrat ingin berontak tiada bisa kumampu
Tubuhku dalam belenggu
Namun hatiku inginkan hanya milikMu
Lemah diriku tak mungkin mampu
TanpaMu dan CintaMu yang bersamaku
Jangan Tinggalkan aku wahai Cinta
Tak berdaya diri dan hatiku tanpaMu
Biar jauh yang selain diriMu
Namun tetap kekalkan aku bersamaMu
Duhai Rabb tempat curahan Cintaku,,,,


Detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu


Dikirim pada 29 Januari 2009 di Sok Puitis



Rabb Yang Maha Pencipta,,,
telah kunikmati kehidupan penuh bunga
yang mengharumkan usia
Mentari yang menghangatkan
Bulan yang menyejukkan
Kumaknai sebagai sinar keabadian
Namun pekatnya peradaban
membuat jiwaku karam
Rabb Yang Maha Rahman
izinkan aku bersemayam
Dan bila KAU bangunkan aku di sela tilawah
Pertemukan aku dengan Ikhwan istiqomah
yang memberiku Al Qur’an dan sajadah!
Aku tak tahu, bila mana bahagia itu datang
Seperti aku yang tak pernah tahu
Kala duka menyergap
Aku hanya ingin lembut tanganMu membelaiku
Lewat semilir angin yang berhembus
Menyentuh halus poripori kulitku
Bahkan menusuk hingga ke jantungku
Rabb, biar kurasakan kedekatan ini
Biar kurasakan rinduku
Dan kutemukan dimana ia berlabuh
Di haribaanMu yang tiada batas
Ya Rabbul Ijjati, betapa syukur kurasakan
Dapat menemukan kesadaran
Keikhlasan beribadah pada malam-malamMu
Yang rahasia, hening, sunyi dan tersembunyi
Betapa ingin aku melakukannya lagi, berkalikali dan terus menerus
Sampai masa itu tiba,,,,,,,
Ijinkan aku Ya Rabbi,,,,,,,,


Dikirim pada 29 Januari 2009 di Kumpulan Nasehat


Telusuri setiap jengkal alam semesta
Sendiri dan selalu sendiri
Entah sampai kapan
Entah sampai dimana
Bertelanjang kaki dengan mulut tertutup cadar
Tahankan peluh atau dinginnya malam
Yakinkan hati demi satu tujuan
Berpegang pada satu harapan
Benanng tipis kehidupan
Matahari membuat mataku terpicing
Letih dahaga akan cinta rasuk jiwaku
Aku ingin pulang
Ingin istirahat di pelukan ibuku,,,
Aku coba mencari tanganmu
Mungkinkah sentuh jiwaku
Basuhi sedih dan air mataku,,,
Pegangi aku,,,
Bimbing aku,,,
Aku mengembara terlalu lama
Kakiku penuh luka dan borok bernanah
Cadarku tertutup debu dan kotoran
Apa salahku???
Mengembara mencarimu
Yang kuinginkan hanyalah hal yang sederhana,,,
Tangan yang siap menerima lukaku,,,
Jari yang mampu menghapus peluhku
Dan jiwa yang siap berkata
Jangan bersedih lagi,,,,,
Karna kau tak lagi sendiri sekarang!

Dikirim pada 29 Januari 2009 di Sok Puitis


Kulangkahkan kaki menuju baitMu
Tempat dimana Engkau bersemayam dalam kekudusan
Tempat dimana Engkau bertahta dengan Mulia
Tempat dimana aku ingin tumpahkan rasa,,,,

Gelap menyelimuti jiwaku,,,,.
Dan kesedihan ingin merenggut nyawaku,,,
Kutundukkan wajahku, dan pejamkan mata
Kusebut namaMu dan kuucap galauku

Ya,,,,Engkau yang kusebut kekasih jiwaku,,,
Engkau yang lebih mengerti aku,,,,,,
Melebihi diriku sendiri,,,,
Kini aku sujud di altarMu,,,,

Aku sujud hanya karena rinduku
Rindu ingin tumpahkan sesak didadaku
Karena hanya Engkau yang mengerti rasaku

Ya Rabbi,,,,
Engkaulah tangan lembut yang setia menepuk pundakku
Dan tangan yang menopangku hingga aku tegar dalam hari-hariku
Ilahi Rabbi,,,
Engkaulah tatapan teduh seorang ibu,,,,
Seorang ibu yang setia mendengar jerit tangisku,,,
Rabb ku,,, didalam gelam malam ini,,,,,
Disaat baitmu sepi tanpa pemuja-pemujaMu
Aku datang dalam sunyi, aku datang karena letih
Letih yang tiada tertahan di jiwaku,,

Aku datang karena aku tak ingin semua membaca pedih dari sudut mataku
Atau mendengarnya dari desah nafas yang tertahan,,,
Atau menyentuhnya dalam gelisahku,,,
Aku tak ingin semua orang tau gemuruh di jiwaku

Kutinggalkan semuanya berselimutkan Tanya,,,
Dan aku datang padaMu ingin tumpahkan semua rasa,,,
Meski tak terasa derai air mata telah basahi altarMu,,,
Di iringin lilin yang hendak padam karena tak kuasa menatapku menahan duka

Di sepi malam ini hanya ada Aku dan Dikau Ya Rabb,,,
Hanya kita, diterangi lilin yang redup menahan pedih,,,
Aku tumpahkan semua dalam jerit tangis, dan nafas yang tersengal
Kuucap semua, meski aku tahu, Engkau sudah lebih tahu

Tak peduli pada sang waktu…
Aku tetap terpaku,,
Merintih kepadaMu,,,

Kubiarkan tetes air mataku,,
Seolah dia ingin bersihkan semua debu,,,
Debu dalam kalbu yang beku,,,

Sejenak semilir angin membelai wajahku,,,
Kubiarkan mata terpejam menikmati sentuhanMu
Kuhirup nafas dalam-dalam seakan ingin Engaku masukiku
Hingga Engkau mengusir galauku,,,

Diiringi derai air mata,,,
Aku meyerah pasrah,,, Pasrah dan kini tanpa kata,,,
Hanya sunyi yang teduhkan jiwa,,,
Karena aku percaya,,,Engkau disana,,,
Biarkan BahuMu tempatku bersandar…
Seraya Membelaiku bagaikan Bunda yang tak inginku berduka.
Kubiarkan waktu berlalu,,,bersama derail airmata,,
Air mata yang bisa melegahkan kegalauanku,,,

Dikirim pada 29 Januari 2009 di Sok Puitis


Laksana rembulan,,,,,
Menyinari insan bumi.

Jika ia memandang,,,,,,,Dunia seakan tergetar karena ketulusannya
Jika ia berkata,,,,,,
Dunia seakan terlena karena kelembutannya.
Jika ia tersenyum...
Duniapun ikut tersenyum karena keikhlasannya.

Laksana pelita...
Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan.
Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia.

Laksana sahabiyah...
Langkah kakinya bagai langkah Fatimah.
Hidupnya penuh ketenangan jiwa.
Karena hatinya selalu berdzikir.

Dialah wanita sholehah,,,,,,,Yang senantiasa menjadi penentu.
Akan sebuah perubahan dunia.

Dikirim pada 28 Januari 2009 di Sok Puitis
28 Jan


pada akhirnya,,,
yang tertinggal hanyalah rasaku padaMu
wahai Engkau yang berarti Cinta
wahai Engkau yang Maha Luas

dan pipiku lalu serasa terbakar
malu
tak berani menatapMu
sebab rasa ini telah memenuhi seluruh atom di sekujur tubuhku
membuat neuron-neuron di kepalaku berpendar-pendar kilat
membutakan
menggembungkan hatiku
hingga memenuhi seluruh organ dalamku,,,,,memerah mudakan sekujur tubuhku

aku tenggelam dalam cintaMu yang maha luas
membiarkan diriku terseret gelombang ke tengah lautan biru
sebiru langit yang tercermin pada lautan
meregukmu tak puas-puas

wahai Cinta,,,,,
wahai Sang Maha,,,,,,
begitu pun,
pada akhirnya yang tertinggal hanyalah rasaku padaMu,,,,
semoga selamanya,,,,semoga,,,,

Dikirim pada 28 Januari 2009 di Sok Puitis


Tiadalah kecantikan yang sempurna
selain akhlak mulia
berjalan teriring syariat Sang Rabbi
yang teguh tertancap
bersama iman yang kuat…
Hati yang cantik
ialah hati yang memiliki cinta
tiada berbagi tak pula selingkuhi
hanya untukNya yang Maha Suci...
Jasad yang cantik
ialah jasad yang tertutup rapih
terlindung tekad nurani yang teguh
tiada lalai di lain mahram
demi Sang Pencipta keindahan.........
Ucap santun laku mulia
ke sesama pun ke lain jua
hanya Rabb-lah tujuannya
tak mau berbagi rasa....
Jadilah makhluk Rabb yang paling cantik
bersama hijab yang Rabb titahkan
demi mengabdikan cinta
padaNya........

Dikirim pada 28 Januari 2009 di Sok Puitis
28 Jan

Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

Ya Allah,,,Semoga aq mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat aq bahagia, cukup cobaan untuk membuat aq kuat, cukup penderitaan untuk membuat aq menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat aq positif terhadap Kehidupan.


Dikirim pada 28 Januari 2009 di Sok Puitis
Profile

Hamba Allah yg mempunyai banyak kekurangan N sedikit sx kelebihan,,,,N b`usaha utk memperbaiki diri. More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 197.190 kali


connect with ABATASA